Modal Rp 300 Ribu, Kini Rambah Enam Kota | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 11661 , halim, linda

MALANG - Berawal dari nol dan modal hanya Rp 300 ribu pada 2016 lalu, Jasahub.com nyatanya kini mampu menjadi startup yang terus berkembang pesat. Terbukti marketplace ini bahkan mengantongi omset sebesar Rp 30 juta per bulan dan keuntungan 70 persen.
Jasahub merupakan marketplace yang bergerak dalam bidang jasa. Layanan yang diberikan ada lima jenis yakni laundry, home cleaning, tukang bangunan, service elektronik, dan pest control.
Founder Jasahub Ahmad Zulfa Andriantoro mengatakan, marketplace yang dirintisnya bermula dari keresahan bagaimana mendapatkan omset yang besar tanpa menguras banyak tenaga.
"Karena sebelumnya membuka jasa cuci sofa, itu saya kerjakan sendiri. Misalnya dalam satu hari ada order dua, per order biaya Rp 100 ribu, dan diorder ketiga tenaga sudah terkuras," ujar Zulfa, sapaan akrabnya.
Omset yang diraihnya kala itu sebesar kurang lebih Rp 6 juta. Kemudian ia berinisiatif untuk merangkul para kompetitor cuci sofa dengan membangun sebuah website Jasahub. Seiring berjalannya usaha, peminat layanan tersebut meningkat sehingga bertambah ke jasa-jasa lainnya.
Dari lima layanan yang ada saat ini, masing-masing memiliki kurang lebih tujuh kategori. Misalnya laundry terdiri cuci baju kiloan, karpet, gorden, boneka, tas/sepatu, sprei/bedcover/selimut, setrika, dan cuci baju satuan.
"Layanan paling banyak diminati ada home cleaning. Ada tujuh macam juga seperti poles lantai, membersihkan kaca, general cleaning, bersihkan toilet, cuci sofa/kursi, springbed/sofabed, dan cuci jok mobil," terangnya.
Berjalan kurang lebih tiga tahun ini, Jasahub membatasi jumlah vendor, maksimal dua di masing-masing layanan setiap kota.  Fungsi utama Jasahub adalah memasarkan para vendor melalui banyak jejaring seperti website, media sosial maupun adsense.
Jasahub yang berkantor pusat di Malang juga telah merambah ke beberapa kota seperti Surabaya, Bali, Solo, Jogjakarta dan Semarang. Ke depannya startup ini akan berekspansi ke kota lainnya serta menambah layanan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan jasa yang diinginkan. "Nantinya akan ada layanan konsultasi umrah dan jasa training," jelas Zulfa.
Di tengah banyaknya startup yang bermunculan, Jasahub masih kokoh berdiri bahkan terus mengembangkan sayap bisnis ke beberapa kota di Indonesia. Selain kerja keras, juga ada kunci rahasia yang ditegakkan setiap saat. Setiap pagi jam 09.00 ngaji bareng yang diikuti seluruh karyawan bahkan warga umum diperbolehkan ikut, salat wajib berjamaah dan majelis istighotsah hari Jumat.
"Jasahub ini adalah bisnis low cost high profit. Saya bilang seperti itu karena awal mulanya hanya bermodalkan beli domain website Rp 100 ribu setahun, biaya server Rp 200 ribu dan dua orang staf. Sekarang sudah memiliki kantor di perumahan serta layanannya sudah ada di enam kota," tandasnya. (lin/lim)



Selasa, 12 Nov 2019

Dua Startup Unicorn Tahun 2020

Loading...