Mitsubishi Motors Dukung Studi Energi Terbarukan di Sumba

Minggu, 20 Oktober 2019

Jumat, 04 Okt 2019, dibaca : 360 , halim, linda

MALANG - Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) distributor resmi dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) baru saja melakukan peresmian studi bersama pemanfaatan energi baru dan terbarukan untuk pengisian daya kendaraan listrik di Pulau Sumba, Kamis (3/10) lalu. Keikutsertaan Mitsubishi Motors dalam studi bersama ini merupakan salah satu bentuk komitmen untuk mendukung perkembangan era kendaraan listrik di Indonesia.
Pada Februari 2018 lalu, MMC telah memberikan 8 unit Mitsubishi OUTLANDER PHEV, 2 unit i-MiEV, dan 4 unit alat pengisian daya cepat pada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian. Sinergi positif dengan pemerintah dan lembaga terkait di Indonesia dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui pengenalan kendaraan listrik.
"Ini sebagai bagian dari kontribusi kami untuk pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.Terlebih kami telah memulai penjualan plug-in hybrid electric vehicle, Outlander PHEV, kami ingin menyosialisasikan manfaat EV kepada masyarakat untuk menjadi top of mind brand mobil listrik di Indonesia dan menjadi bagian dari pengembangan energi baru,” ungkap President Director PT MMKSI, Naoya Nakamura.
Studi Pengembangan EV di Sumba Barat Daya adalah studi kolaboratif antara Laboratorium Nasional untuk Teknologi Konversi Energi - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TKE-BPPT), MMKSI, PT PLN dan Kyudenko.co Corporation. BPPT telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bilacenge dengan kapasitas 700 kWp yang dilengkapi dengan Sistem Manajemen Energi (EMS) bekerja sama dengan pemerintah Jepang melalui Kyudenko.co.
Dengan EMS, daya stabil 200 kW dapat disuplai ke jaringan listrik selama durasi 7 jam, mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Jaringan komunikasi data dibangun untuk menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bilacenge dan Stasiun Pengisian Daya di kantor PLN Tambolaka.
Melalui metode EMS energi terbarukan tidak langsung dikirimkan ke pengisi daya, tetapi setelah pengisian dimulai, listrik yang berasal dari energi terbarukan segera dikirim ke jaringan, pembangkit listrik “semu” sehingga rantai pasokan EV akan terealisasikan Mitsubishi i-MiEV
i-MiEV mewakili 40 tahun pengembangan kendaraan listrik di Mitsubishi Motors.
"Mobil ramah lingkungan ini menjadi solusi untuk berbagai tantangan yang dihadapi mobil saat ini termasuk polusi, pemanasan global dan menipisnya pasokan energi berbasis minyak bumi. i-MiEV adalah kendaraan tanpa emisi (ZEV) yang tidak menghasilkan emisi CO2 saat dikendarai," papar Naoya.
Mobil ini juga sangat ekonomis karena hanya menggunakan energi listrik sebagai sumber dayanya. i-MiEV menghadirkan pengalaman berkendara yang tenang dan nyaman hanya dari pembakaran mesin internal yang engine-less. Serta memaksimalkan respons luar biasa dan torsi high low-end yang melekat pada motor listriknya.
Mitsubishi Motors juga telah mengenalkan OUTLANDER PHEV pada gelaran GIIAS 2019 sebagai Plug-in Hybrid Electric Vehicle pertama yang diperkenalkan di ASEAN demi mendukung dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Mobil ini mengintegrasikan SUV, teknologi 4WD dan keunggulan PHEV, yang mampu mengubah mobilitas masyarakat yang penuh polusi menjadi aktivitas yang lebih bersahabat untuk lingkungan.
"Kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle ini merupakan perpaduan mesin gasoline 2,4 L, motor dan juga baterai. Dilengkapi dengan teknologi elektrik yang terintegrasi, OUTLANDER PHEV ini hadir dengan 3 mode yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode," pungkasnya.
OUTLANDER PHEV hadir dalam dua pilihan warna Ruby Black dan Silky White. Kendaraan ramah lingkungan ini terbukti memiliki ketahanan dan keamanannya dengan diraihnya skor 5 bintang dari ASEAN New Car Assessment Program (NCAP). (lin/lim)



Loading...