Malang Post - Misa Arwah Jadi Daya Tarik di TPU Nasrani Sukun

Rabu, 08 April 2020

  Mengikuti :


Misa Arwah Jadi Daya Tarik di TPU Nasrani Sukun

Selasa, 05 Nov 2019

MALANG - Misa Arwah atau Requiem biasanya identik dengan peringatan atau doa bersama umat nasrani bagi pendahulu atau leluhur mereka yang sudah tiada. Didoakan dalam sebuah ibadat. Di Kota Malang, misa arwah ini malah menjadi daya tarik. Pasalnya diadakan di salah satu makam kuno yang meninggalkan banyak sejarah.
Seperti yang terlihat di TPU Nasrani Sukun beberapa waktu lalu. Misa arwah diadakan dengan khidmat dan didatangi ratusan pengunjung dari berbagai daerah.
"Kegiatan misa arwah ini  dihadiri oleh umat Katolik yang ada di wilayah Kota Malang dan juga dari luar Kota Malang. Saya sempat bicara dengan orang dari Jawa Tengah yang memiliki anggota keluarga yang dimakamkan di Makam Sukun," jelas Yoyok, Ketua Panitia Misa Arwah TPU Nasrani Sukun.

   Baca juga :

Semua ASN Punya Kesempatan Berkarier Sesuai Kompetensi

Andalkan Pentahelix Jaga Kamtibmas Wilayah

Portal Jembatan Muharto 13 Kali Ditabrak, Ancam Pengendara


Lebih lanjut, pria penggemar kopi ini menuturkan, tujuan dari misa arwah untuk mendoakan semua arwah yang belum menuju ke surga atau neraka. Atau mendoakan arwah dari keluarga untuk diringankan atau dikurangkan dosa atau kesalahan sehingga dapat masuk ke dalam surga.
Untuk mengenang arwah orang-orang yang kuat imannya, sehingga ketika hidup ini dapat meneladani hidup orang beriman. Yang lebih penting dapat mengenang kebaikan keluarga yang sudah meninggal dan meneladani kebaikannya.
"Kegiatan ini setiap tahunnya diselenggarakan di Blok Pasturan. Seperti kita tahu lokasi ini memang diperuntukkan untuk para uskup, pastur atau rohaniawan," paparnya lagi.
Menariknya, panggung untuk pujian berada di Makam Mgr. Clement Van Den Pas O Carm. Ia adalah seorang superior missionis yang lahir di Holande - Belanda, 13 Juni 1885. Pastur Clement ditugaskan ke Tanah Jawa untuk memberitakan Injil di daerah misi. Tepat pada tanggal 19 Juli 1927 ia diangkat oleh Paus Pius XI untuk menjadi Prefek Apostolik Malang.
Pastur berkebangsaan Belanda ini wafat ada tanggal 16 Desember 1933 pada usia 48 tahun dan dimakamkan di Europese Begraafplaats Soekoen te Malang nama Makam Sukun kala itu. Tidak mengherankan kenapa kegiatan misa arwah selalu diadakan di lokasi ini.
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pemakaman Umum (UPT PPU), Taqroni Akbar saat ditemui disela-sela acara sangat mendukung kegiatan ini.
"Saya sangat mengapresiasi event ini yang merupakan agenda tahunan dan dapat dijadikan atraksi wisata, apalagi kita sudah ada Pokdarwis Koeboeran Londo jadi kita bisa mengenalkan momentum ini sebagai destinasi religi dan sejarah" ujarnya.  (ica/aim)

Editor : aim
Penulis : sisca

  Berita Lainnya





Loading...