MI KH. Hasyim Asyari , Dekatkan Siswa Pada Alquran Dengan Metode Tilawati | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 12 Des 2019,

MALANG - Salah satu metode mengaji Alquran yang populer, khususnya di Malang adalah metode Tilawati. Banyak lembaga pendidikan formal maupun non formal yang menggunakan metode tilawati dalam pembelajaran Alquran untuk para siswa maupunĀ  santri.
Salah satu sekolah di Kota Malang yang menggunakan metode tilawati yaitu MI KH. Hasyim Asy'ari Blimbing, sejak tahun 2009. Para guru di madrasah ini mendapat bimbingan langsung dari para pembina Tilawati Surabaya.
Pembinaan tersebut dilaksanakan setiap Hari Selasa selama 60 menit. Dengan tujuan untuk semakin memperbaiki kualitas bacaan guru sesuai standar yang ditetapkan oleh tilawati sendiri. "Nanti ada ujian tersendiri bagi guru untuk standarisasi. Bagi yang lulus akan mendapat sertifikat kelayakan dari tilawati," ucap Nanik Sulistiyah, S.Ag, selaku Waka Kurikulum MI KH. Hasyim Asy'ari.
Ia mengatakan mengaji Alquran merupakan salah satu program unggulan di MI KH. Hasyim Asy'ari. Setiap pagi kegiatan belajar mengajar diawali dengan mengaji Alquran dengan metode tilawati.
Upaya pendekatan anak didik kepada Kitab Suci Alquran dinilai sangat penting. Sebagai benteng iman mereka sekaligus menjernihkan pikiran untuk persiapan menerima ilmu dari guru. "Kalau pagi kan otak masih fresh, jadi anak-anak lebih semangat. Kami selalu biasakan setiap hari sebelum anak-anak menerima pelajaran, mereka harus membaca ayat Alquran lebih dulu," terangnya.
Selain itu, Nanik menambahkan, siswa madrasah tentu memiliki kelebihan dari sekolah umum. Terutama dalam bidang keagamaan. Maka kemampuan mengaji siswa madrasah harus lebih baik. "Tapi bukan lantas mengenyampingkan materi umum, karena kelebihan siswa madrasah memiliki keseimbangan antara materi keagamaan, materi umum maupun akhlakul Karimah," terang lulusan IAIN Sunan Ampel ini (sekarang UIN Sunan Ampel Surabaya).
Menurutnya, mengaji merupakan kebutuhan setiap muslim. Apalagi memasuki era milenial dengan berbagai kemajuan ilmu dan teknologi. "Anak milenial harus bisa mengaji. Karena engaji suatu kebutuhan. Kalau tidak mengaji bagaimana kita membaca ayat-ayat Allah," tandasnya.

Salah satu instruktur Tilawati MI KH. Hasyim Asy'ari
Haniatun Nafisah, S.Pd.I mengatakan, guru-guru dianjurkan untuk mengikuti Diklat tilawati. Bagi mereka yang dianggap sudah mumpuni akan mengikuti munaqosah. Yaitu ujian membaca Alquran dengan penilaian pada kemampuan suara, makhraj, lagu, dan pengelolaan kelas.
Bagi yang lulus akan mendapat sertifikat kelayakan. Selanjutnya guru yang mendapat nilai bagus akan melanjutkan ke tahap selanjutnya, untuk mengikuti program Training of Trainer (TOT). Salah satunya harus menguasai gharib dan musykil, atau bacaan-bacaan khusus yang dianggap sulit. "Kalau tahap ini bisa lulus baru mereka mendapat syahadah, dan kayak menjadi instruktur," terang Hani.
Adapun ujian munaqasah untuk siswa sendiri biasanya dilaksanakan saat mereka menginjak kelas 5. Setidaknya dari enam jilid buku tilawati, mereka sudah mencapai jilid kelima untuk ikut ujian.
Hani menjelaskan perbedaan mendasar metode tilawati dari metode lain ada pada lagunya. Lagu rost tilawati terdapat tiga tingkatan nada. Datar, naik dan turun. "Kebanyakan orang kesulitan di nada. Mereka harus terbiasa dengan nada lagu yang diterapkan di tilawati," tukasnya. (imm/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Imam





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...