Mewah Tapi Ngemplang Pajak

Jumat, 18 Oktober 2019

Minggu, 15 Sep 2019, dibaca : 31506 , bagus, sisca

Rumah-rumah klasik, kuno nan cantik di Kawasan Cagar Budaya Ijen memang indah dilihat. Akan tetapi rumah di kawasan ini juga memilki “tanggungan” pada daerahnya. Salah satunya pajak. Terlihat sebuah rumah di kawasan cagar budaya ini yang tertempel stiker tunggakan pajak hingga saat ini.
Rumah Jalan Ijen Boulevard yang ngemplang pajak ini, tepatnya berada di No. 8. Pada pagarnya tertempel stiker bertuliskan “Tanah/Bangunan ini dalam pengawasan tim pemeriksa pajak karena menunggak PBB”.  Meski begitu saat dilihat di lapangan rumah ini sudah kosong dan tak berpenghuni.
Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Pendataan Pendaftaran dan Penetapan (P3) Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Dwi Cahyo Teguh. Memang terdapat rumah di Kawasan Ijen yang masih memiliki tunggakan pajak.
“Berapa jumlahnya saya tidak hafal. Kalau ada yang nunggak memang ada di sana yang kita kasih stiker dalam pengawasan pajak,” papar pria yang akrab disapa Cahyo ini.
Menurutnya juga, petugas pajak pun tidak dapat memberikan data detail jumlah tunggakan Wajib Pajak (WP) di manapun. Pasalnya hal ini dilindungi secara undang-undang yakni mengenai kerahasian identitas wajib pajak.
Meski begitu kawasan Ijen termasuk kawasan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang tinggi dibandingkan dengan kawasan pemukiman lainnya. Akan tetapi nilai pajak Bumi Bangunan per rumah di kawasan itu pula tidak semua sama.
“PBB sendiri diatur berdasarkan luasan objek pajaknya,” tegas Cahyo.
Menurut Perda NO 11 Tahun 2011 tentang PBB, Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan ditetapkan sebagai berdasarkan NJOP. Jika NJOP sampai dengan Rp 1 Miliar maka ditetapkan pajak sebesar 0,1 persen per tahun. Kemudian untuk bangunan atau tanah dengan NJOP di atas Rp 1 Miliar maka ditetapkan pajak sebesar 0,2 persen per tahunnya.
Menurut beberapa informasi di lapangan nilai-nilai atau harga rumah di Jalan Ijen rata-rata harga tanah atau bangunan di Ijen di atas Rp 1 Miliar. Contohnya saja rumah Jl Ijen Boulevard No 1 yang saat ini terpampang Sign “Dijual”.
Menurut informasi, rumah tersebut dijual Rp 50 Miliar. Maka NJOP nya dipastikan berkisar di atas Rp 1 Miliar. Maka pajak yang dikenakan menurut perhitungan perda tadi bangunan dengan NJOP lebih dari Rp 1 Miliar bisa membayar PBB di angka sekitar Rp 20 juta tiap tahunnya.  
Pemilih Rumah Cagar Budaya Berhak Dapat Insentif
Akan tetapi, karena Ijen merupakan kawasan khusus alias cagar budaya maka pajaknya pun khusus. Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni belum lama ini.
Dijelaskannya pemilik bangunan yang ditetapkan sebagai bangunan cagar berhak mendapat keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari pemerintah kota sebagai insentif.
Sertifikat bisa dilampirkan pemilik bangunan saat mengurus PBB ke Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang. Sehingga tak lagi sekedar memegang surat rekomendasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Sertifikat itu cukup jadi lampiran untuk keringanan pajak. Karena kan sudah ditetapkan dan ditandatangani wali kota,” ujar Ida Ayu.
Keringanan PBB mengacu pada Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2011 tentang PBB Perkotaan Malang. Serta Peraturan Wali Kota Malang nomor 15 tahun 2013 tentang Tata Cara Pengurangan atau penghapusan Sanksi Administratif PBB Kota Malang.
Berdasarkan aturan itu, keringanan pajak bisa sampai 50 persen sebagai bentuk penghargaan sekaligus melestarikan bangunan bersejarah.(ica/ary)



Loading...