Malang Post - Meski Jadi Ketua DPRD, Tetap Bertugas Cuci Piring

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Meski Jadi Ketua DPRD, Tetap Bertugas Cuci Piring

Senin, 04 Nov 2019

Kesibukan Didik sebagai kepala desa dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang membuat dia sulit bertemu dengan keluarga. Namun demikian, bukan berarti hubungan keluarganya jauh. Dengan komunikasi secara intens, Didik tetap  dekat dengan keluarganya.
“Sekarang alat komunikasi sudah canggih. Kalau keluar kota kangen anak, bisa langsung video call. Atau kalau ada kesempatan menelpon atau berkirim pesan,’’ katanya.
Didik selama ini selalu menerapkan kepada anak-anaknya hidup mandiri. Termasuk dalam hal pekerjaan rumah. “Kalau asisten rumah tangga kami tidak ke rumah, artinya pekerjaan rumah itu kami tanggung bersama-sama. Tidak ada saling iri,’’ ungkapnya.
Bahkan, sebagai Ketua DPRD, Didik juga memiliki tugas mencuci piring. “Tidak ada masalah kan saya mencuci piring. Karena memang itu tugas saya. Setiap pagi saya selalu cuci piring.

   Baca juga :

Berawal Jadi Kepala Desa Tunjungtirto

Jaga Konsistensi dan Networking


Sementara sang anak juga demikian, Didik tidak pernah memanjakan dengan kemewahan. Meskipun dan selalu melatih sang anak secara mandiri. Bahkan, anak-anaknya juga tidak pernah meminta uang yang berlebihan.
“Anak saya yang perempuan ini yang sekarang menjadi dokter, tidak pernah meminta uang. Kalau uangnya habis dia mengatakan sisa saldo tabungaannya minim. kami inilaah yang harus mengerti,’’ katanya sembari tertawa.
Begitu juga anak keduanya, yaitu Afrizal Fahrul Sani. Meskipun saat ini sudah kuliah semester 7, dia bukan seperti mahasiswa yang suka nongrong. “Sani ini kalau uangnya habis masih meminta. Tapi dia akan menolak jika diberikan lebih. Ya Alhamdulillah saya diberikan buah hati yang baik. Dan istri yang mendukung,’’ ujarnya.
Kepatuhan sang buah hati ini juga dibenarkan Hanik yang kala Malang Post bertandang ke rumahnya mendampingi Didik. Hanik mengatakan, jika dua anaknya anak yang penurut, dan tidak pernah berulah. “Mungkin mereka juga paham bahwa ayah dan ibunya bekerja. Sehingga mereka tidak mau manja,’’ kata Hanik.
Sementara Didik saat ditanya tentang target pada karir politinya ke depan? Didik ingin bekerja lebih baik lagi. “Saat ini bekerja saja dulu. Kalaupun nanti di tengah jalan kemudian terpanggil untuk maju sebagai kepala daerah, saya tidak mau berandai-andai. Tapi kalau diperintah partai, jelas kami juga siap,’’ ungkapnya.
Didik sudah pernah hampir ikut bursa Pilkada. Tahun 2013 lalu di Kota Batu. Dia berharap dapat berpasangan dengan Eddy Rumpoko yang kala akan mencalonkan diri sebagai wali kota. Tapi nasih berkehendak lain, partai saat itu tidak memilih Didik.
“Alhamdulillah juga. Ide-ide yang kami buat dulu, sekarang banyak diterapkan di Kota Batu. Setidaknya meskipun saya tidak jadi Wakil Walikota Kota Batu, banyak pemikiran saya yang diterapkan disana,’’ tandasnya. (ira/udi)

Editor : udi
Penulis : ira

  Berita Lainnya





Loading...