Meriah, Perayaan HUT RI di SMK PGRI 3 | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 30 Agu 2019, dibaca : 545 , Rosida, Imam

MALANG - Penutupan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-74, SMK PGRI 3 (Skariga) berlangsung meriah. Jumat (30/8) kemarin, acara HUT RI dimeriahkan dengan Jalan Sehat. Sebanyak 2.200 peserta terdiri dari siswa dan guru, terlibat dalam acara tersebut. Dengan mengenakan busana yang beragam, acara jalan sehat tampak lebih berwarna.
Kabid Humas SMK PGRI 3 Malang, Riyandi Agung Saputro, S.Or. mengatakan peserta jalan sehat diminta untuk mengenakan pakaian bebas, tidak harus seragam sekolah. Ada busana daerah dan beberapa kaos bernuansa merah putih. "Meskipun dibebaskan tapi tetap menampakkan simbol SKARIGA," ucapnya.
Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI di SMK PGRI 3 sebenarnya telah dimulai sejak, Selasa (26/8) lalu. Beraneka ragam lomba dilaksanakan baik untuk kalangan siswa maupun khusus guru dan karyawan. Skariga idol untuk menumbuhkan bakat siswa dengan lomba band dan solo vocal. Lomba mural 3D, yel-yel, kebersihan kelas yang mengacu pada budaya industri Daihatsu, tarik tambang dan balap kelereng.
Selain itu juga ada lomba puisi dan karya ilmiah yang mendapatkan respon luar biasa dari siswa. Karena bagi siswa SKARIGA, membuat karya ilmiah bukanlah hal yang terlalu sulit mengingat mereka telah terbiasa dengan tugas akhir dan tugas kenaikan kelas.
"Semua lomba itu harus mengandung unsur-unsur perjuangan dan kemerdekaan, sehingga tidak menyimpang dari makna kebangsaan," terangnya.
Sedangkan perlombaan untuk guru dan karyawan diantaranya ada lomba futsal, badminton, pukul blonceng, tangkap belut dan tenis meja. Dan yang tak kalah unik juga ada lomba kreasi nasi goreng kemerdekaan, yang dikemas dengan hiasan warna-warni bercorak merah putih.
"Ini memang ajang kita untuk senang-senang tetapi tetap dalam koridor pendidikan, semuanya kita libatkan tidak ada yang pasif," kata dia.
Kepala SMK SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim, ST. , MM., menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI tidak lain untuk menjaga semangat belajar siswa. Dengan cara meneladani tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan. “Dari situ kita bisa mengikuti jejak mereka sebagai semangat untuk mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan di masa lalu,” katanya.
Menurutnya, dalam menjaga integritas bangsa Indonesia, kiprah generasi muda sangat dibutuhkan. Skill dan vokasional lulusan SMK termasuk SMK PGRI 3 harus unggul.
“Karena tidak hanya Indonesia, semua negara berpacu mempersiapkan siswanya untuk berkompetisi di tingkat internasional,” imbuhnya.
Siapapun yang mampu menjadi pemenang akan menguasai situasi internasional di berbagai sektor. Maka untuk menjaga kesejahteraan dan kedaulatan bangsa Indonesia, peran generasi muda harus tampak.
Lukman mengibaratkan Bangsa Indonesia sebagai gadis cantik yang menebar pesona. Kecantikan pesona alamnya, keunikan musim dan keunggulan sumber dayanya, membuat siapapun ingin ‘meminang’ dan memiliki bumi pertiwi. Ditambah maraknya isu-isu separatis dalam memecah belah bangsa yang terjadi akhir-akhir ini juga menjadi perhatian Lukman.
Oleh karena itu, pria ramah ini menegaskan pada anak didiknya untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.  
"Indonesia itu terdiri dari bermacam suku bangsa dan budaya, maka sebagai calon pemimpin harus melihat fenomena kebangsaan secara menyeluruh sebagai wawasan karakter, dengan tetap satu nusa dan satu bangsa dalam bingkai NKRI," tegasnya. (imm/adv/oci)



Loading...