Menuju Pendidikan Islam yang Berdaya Saing | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 642 , mp, red

MENURUT ajaran Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, dan teratur. Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik. Sesuatu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Mulai dari urusan terkecil seperti mengatur urusan rumah tangga sampai dengan urusan terbesar seperti mengatur sebuah negara. Semua itu diperlukan tata kelola yang baik, tepat dan terarah dalam bingkai sebuah manajemen agar tujuan yang hendak dicapai bisa diraih secara efisien dan efektif.

Pendidikan Islam dengan berbagai jalur, jenjang, dan bentuknya, juga perlu pengelolaan yang sebaik-baiknya. Jika tidak, bukan hanya gambaran negatif tentang pendidikan Islam yang terbelakang, bahkan mungkin akan memudar oleh pendidikan sekuler yang dikelola secara rapi.
Bagaimanapun, salah satu faktor yang perlu diperhatikan demi mempertahankan esksistensi pendidikan Islam adalah terkait mutu pengelolaan kelembagaannya. Manajemen pendidikan Islam bukan semata terkait gedung-gedung atau sarananya yang modern, tetapi juga menyangkut tata kelola dan sistem pendidikannya yang memuaskan masyarakat.
Buku ini hadir sebagai sebuah ikhtiar agar lembaga pendidikan Islam mampu berdaya saing di tengah perkembangan dan perubahan teknologi yang semakin cepat dan serba gegas. Para pemangku kebijakan pendidikan Islam harus mampu memahami berbagai konsep, teori pengelolaan pendidikan, dan implementasinya dalam menyongsong era 4.0. Tujuan akhirnya tentu saja erat kaitannya dengan kemampuan lembaga dalam mempertahankan eksistensinya di masa yang akan datang.
Kedua penulis buku Pengelolaan Pendidikan Islam ini ingin menegaskan bahwa manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efesien, dan produktif. Di sisi lain, pendidikan Islam merupakan proses transinternalisasi nilai-nilai Islam kepada peserta didik sebagai bekal untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.    
Sebagai subsistem pendidikan nasional, maka pendidikan Islam senyatanya turut berkontribusi dalam membangun dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan menciptakan generasi terbaik yaitu generasi yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, lembaga pendidikan Islam yang jumlah dan bentuknya sangat banyak tentu menuntut strategi tersendiri untuk mencapai produktivitas dan out put yang berkualitas. Berbagai konsep dan pemikiran terkait dengan strategi pengelolaan sangat diperlukan agar lembaga pendidikan Islam tidak lagi dianggap sebagai lembaga pendidikan kelas dua yang belum mampu memenuhi kepercayaan dan kebutuhan masyarakat.
Buku ini menawarkan dua strategi pengelolaan yaitu strategi umum dan strategi khusus. Secara umum ditawarkan strategi yang meliputi strategi substantive, bottom-up, deregulatory, dan cooperative. Sedangkan secara khusus menerapkan keorganisasian, pelaksanaan/pengarahan dan pengawasan secara komprehensif dan konsisten sebagai langkah strategis yang cerdas dan futuristik.
Bagaimanapun, mutu berdaya saing tinggi merupakan hal yang wajib dan harus  ada dalam lembaga pendidikan manapun. Itu sebabnya, agar mutu pendidikan Islam dapat dicapai maka ia harus mampu mengoptimalkan fungsi dan peran seluruh sumber-sumber daya pendidikan yang ada, baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana fisik lainnya yang dimiliki.
Untuk memenangkan persaingan, para penyelenggara pendidikan Islam setidaknya mempunyai sikap kompetitif dalam menjalankan tugas kelembagaannya. Terkait hal itu, pimpinan perlu melakukan analisis kebutuhan peserta didik serta memetakan kecenderungan dan kekuatan persaingan, menetapkan standar mutu, dan merumuskan tuntutan kebutuhan dan kecenderungan lingkungan.
Dalam rangka itulah, lembaga pendidikan Islam perlu selalu memperbarui misi, program, dan strategi yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, juga selalu menjaga kepuasan pengguna layanan jasa pendidikan. Karena itu, pimpinan lembaga pendidikan Islam tidak cuma menjual gedung, fasilitas pendidikan, dan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga menjual kepercayaan yang di dalamnya ada profesionalisme, kelayakan, dan kepuasan.
Tak pelak, apa yang menjadi sorotan penulis buku ini sejatinya menjadi gambaran betapa tingginya harapan publik terhadap kontribusi pendidikan Islam yang seharusnya dapat menjawab setiap perubahan dan tantangan zaman. Pendidikan Islam yang diidealkan ke depan adalah tidak saja tangguh dalam konsep dan landasannya, melainkan juga efektif dalam operasional dan manajerialnya. (*)

Judul         : Pengelolaan Pendidikan Islam
Penulis     : Dr. H. Hasbiyallah, M.Ag. dan Nayif Sujudi, M.Pd.
Penerbit     : Remaja Rosdakarya, Bandung
Edisi         : I, September 2019
Tebal         : 292 halaman
ISBN    : 978-602-446-369-4
Peresensi    : Ahmad Fatoni
  Pengajar Pendidikan Bahasa Arab FAI-UMM



Loading...