Malang Post - Menkes Amankan 132 Pintu Masuk Indonesia

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Menkes Amankan 132 Pintu Masuk Indonesia

Sabtu, 29 Feb 2020

MALANG - Menteri Kesehatan RI, dr Terawan Agus Putranto menegaskan pemerintah RI menghormati kebijakan dari pemerintah Arab Saudi terkait embargo jamaah umrah. Menurut Terawan, isu terpenting adalah membuktikan bahwa masyarakat Indonesia yang bakal berangkat umrah, sehat jasmani rohani.
“Itu adalah kebijakan pemerintah sana, kita harus menghormati keputusannya, yang paling penting kita buktikan negara kita ini sehat. Sampai detik ini kita bersyukur, besok lusa kita doa terus. Jamaah umrah sehat, tapi kalau urusan kebijakan harus menghargai,” urai Terawan kepada wartawan di Widyaloka UB, Jumat sore (28/2).


Terawan tak bisa menjamin bahwa semua calon jamaah umrah kebal dari virus corona. Namun, menurut Terawan, Kemenkes RI terus mendorong peningkatan gaya hidup sehat di Indonesia. Karena, hanya dengan menjaga kesehatan secara konstan dan rutin, masyarakat bisa memiliki imunitas yang cukup.
“Dari Kemenkes, kami dorong gaya hidup sehat, cuci tangan, olahraga, makan makanan cukup gizi dan seimbang, dan istirahat yang cukup,” sambung pria berpangkat Letnan Jenderal purnawirawan tersebut. Secara teknis, Terawan menambahkan bahwa pencegahan terhadap masuknya corona, tidak hanya dalam hal peningkatan kapasitas individu dalam menjaga hidup sehat.


Screening eksternal, terhadap keluar masuknya orang dari seluruh dunia ke Indonesia, juga digalakkan. Menurut dokter alumnus UGM Yogyakarta tersebut, Kemenkes RI telah menyiagakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), baik di bandar udara, pelabuhan laut serta jalur darat.
“Detail pencegahan terhadap masuknya corona, dengan mengamankan 132 pintu masuk darat, laut dan udara. KKP saya sudah siaga terus,” tutur mantan Kepala RSPAD ini. Menurut Terawan, semua upaya dari pemerintah Indonesia ini, adalah untuk meyakinkan publik, serta pemerintah Arab Saudi, bahwa tak ada virus corona yang menjangkit calon jamaah umrah.


Upaya Kemenkes RI dalam melindungi jamaah umrah, juga menjadi dasar dari pemerintah untuk melakukan lobi serta upaya melepas embargo jamaah umroh oleh pemerintah Arab Saudi. Meski demikian, Terawan mengaku pasrah andai jaminan dari pemerintah Indonesia tak bisa diterima oleh Arab Saudi.
“Ya kita tidak mau mengada-ada, semua harus by data dan kenyataan. Tapi kalau data gak bisa (meyakinkan Arab Saudi) ya gimana,” tutur Terawan. Sementara itu, upaya menjaga kesehatan seluruh jamaah umrah dari Indonesia dengan melakukan pengadaan masker, belum bisa diterima oleh Terawan.


Menurutnya, upaya menanggulangi corona, harus memakai standar World Health Organization. Yakni, penggunaan masker bagi yang sakit. Pria kelahiran Sitisewu Yogyakarta 55 tahun lalu itu berharap, semua upaya pemerintah Indonesia dalam menjamin kondisi kesehatan para jamaah umrah, bisa secepatnya diterima pemerintah Arab Saudi.


Karena, setelah musim umrah lewat, para jamaah sudah mempersiapkan diri untuk berangkat haji. Dia pun berharap masyarakat tidak resah, dan tidak membenturkan pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi. “Kalau masker, jika semua jamaah pakai semua, maka bisa habis berapa triliun. Pakai standar WHO saja, yang sakit pakai masker,” tutup Terawan.(fin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...