Menikah 40 Tahun Yang Lalu, Baru Miliki Surat | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 08 Nov 2019, dibaca : 270 , udi, ira

Dari 283 pasangan suami istri yang ikut Nikah Massal IV Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT), tidak semuanya pasangat baru. Bahkan beberapa diantaranya sudah menikah lebih dari 40 tahun, dan sudah memiliki cucu. Pasangan suami istri itu adalah  Mukid, 76 tahun dan Lianah, 64 tahun. Warga Desa Kasri, Kecamatan Bululawang ini mengaku sudah menikah sejak tahun 1975. Dari pernikahannya, mereka dikarudniai lima anak.  ”Anak saya pertama sudah berusia 40 tahun,’’ kata Mukid.
Selama ini, dia mengaku hanya menikahi istrinya secara agama. Itu karena ketidak tahuannya. Bahkan, menikah tersebut harus dicatatkan pada negara. Dia mengatakan, tidak pernah berpikir bahwa mencatatkan pernikahan pada negara tersebut penting. Terlebih selama ini, anak-anaknya juga dapat sekolah, tanpa ada persoalan.
”Saya ini orang kurang paham dengan seperti ini. Jadi waktu menikah, ya menikah saja. Punya anak, kemudian anak sekolah, juga tidak ada masalah. Jadi saya pikir ya tidak ada masalah,’’ ungkapnya.

   Baca juga :

Pasangan Calon Pasutri Ikut Nisah Massal

Heri Cahyono Siap Maju Independen di Pilbup Malang 2020


Mukid kemudian tertarik mencatatkan pernikahannya pada negara setelah mendapatkan saran dari anak-anaknya. Karena sang anak ingin memiliki akta kelahiran. Sebelumnya Mukid mengaku sempat mengurus sendiri ke Kantor Urusan Agama (KUA). Namun ternyata cukup ribet. Sehingga dia sempat putus asa. ”Baru beberapa minggu lalu, anak saya mendapatkan informasi ada nikah massal. Kemudian saya memilih ikut,’’ kata pria yang kesehariannya menjadi buruh tani ini.
Mukid mengaku senang, dengan pernikahan ini. Itu karena selain sah menurut agama juga sah menurut negara. Dia berharap, dari pernikahan ini dia dan istri serta anak-anak dan cucunya bahagia.
Ungkapan yang sama juga diucapkan Lisa, 32 tahun  dan Arifin 32 tahun. Pasangan suami istri ini kemarin cukup mencuri perhatian. Karena saat prosesi ijab kabul, Lisa terlihat menggendong anak kecil. Kepada Malang Post, Lisa mengaku anak yang digendong tersebut adalah anak ke limanya. ”Saya dan Mas Arifin menikah sudah 14 tahun. Sebelumnya hanya menikah siri (di bawah tangan),’’ katanya.
Warna Jalan Muharto, Kota Malang  ini mengatakan, dari pernikahan itu dia memiliki anak.
Lisa mengaku sangat lega dengan pernikahan kemarin. Meskipun bukan baru, tapi yang jelas pernikahannya kini tidak hanya sah menurut agama, tapi juga negara. ”Alhamdulillah, sekarang sudah tercatat di negara. Semoga dengan adanya surat nikah ini, anak-anak kami mudah mendapatkan administrasi kependudukan,’’ ujarnya.
Menurutnya selama ini tidak pernah ada masalah dengan anak-anaknya. Termasuk saat mereka masuk sekolah. Namun dia tidak mau ambil risiko, dan kawatir saat ada perubahan regulasi. ”Iya sekarang tidak masalah, tidak tahu kan ke depannya bagaimana. Sebelum semuanya menjadi sulit (mengurus administrasi kependudukan), makanya begitu sekarang ada kegiatan ini (nikah massal) kami ikut. Tujuannya agar anak-anak kami mudah mendapatkan administrasi kependudukan,’’ tandasnya. (ira/adv/udi)



Loading...