Menhan Beri Arahan 1500 Prajurit Divisi 2 Kostrad | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 649 , Parijhon, Ira

SINGOSARI - Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) RyamizarI Ryacudu  melakukan kunjungan kerja di Divisi Infantri (Divif) 2 Kostrad, Singosari, Jumat (23/8), kemarin. Mantan Panglima Divif 2Kostrad ini memberikan pengarahan kepada para prajurit Kostrad.
Kepada prajurit, Ryamizard mengaku bangga dapat berkunjung di Divisi Infantri 2 Kostrad. Dia juga mengaku bangga kepada para prajurit Divisi Infantri 2 Kostrad.
"Saya kalau melihat prajurit, langsung terbayang hidup bersama prajurit. Ya, karena sebagian besar hidup saya bersama prajurit, melakukan operasi bersama-sama," katanya.
Kebanggaannya hidup dengan para prajurit dikatakan Menhan, tidak ada duanya. Apalagi saat melaksanakan operasi. Di hutan-hutan, bersama prajurit, adalah hal yang membanggakan baginya.
"Kalau orang itu mewakafkan harta atau tanah untuk membangun masjid, itu biasa. Tapi kalau saya, saya wakafkan nyawa saya untuk tanah air tercinta ini," katanya.
Ryamizard tidak sembarangan mengatakan itu. Dia memiliki alasan. Yaitu saat di medan pertempuran, nyawanya adalah taruhannya. "Saya jadi prajurit itu tanpa pernah merasa takut," katanya.
Dalam pengarahannya, Ryamizard juga menceritakan pengalamannya memimpin operasi di daerah-daerah konflik. Salah satunya di Aceh. Diceritakan Ryamizard saat jadi Kasad dipimpin sendiri olehnya. Dan dia berhasil menaklukkan GAM.
"Saya Kasad, saya kejar sendiri, kejar. Artinya jika jadi prajurit handal tunjukkan, sebagai prajurit profesional dan berani. Dan saat itu saya berhasil menaklukkan anggota GAM," katanya.
Menhan juga mengatakan, ada dua hal yang paling tidak disuka, yaitu teroris dan pemberontak. Saat berhadapan dengan teroris dan pemberontak, Menhan mengaku tidak mengenal ampun.
Sebagai prajurit, mantan Pangkostrad ini juga mengatakan setiap prajurit telah diambil sumpahnya. Yaitu Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UU 45. Dia pun mengaku heran ada prajurit yang menyimpang.
"Kami patriot Indonesia, yang mendukung ideologi negara. Pancasila pemersatu bangsa ini. Kalau pemersatu bangsa ini  hilang, maka hancur negara ini. Itu sebabnya, mari kita bersama-sama menjaga Pancasila sebagai pemersatu bangsa, sebagai ideologi bangsa," urainya.
Ryamizard juga mengatakan, hal ini juga yang akan disampaikan kepada para mahasiswa baru, saat memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya Sabtu (24/8). Dia akan menekankan kepada para mahasiswa untuk tahu dan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa dan dasar negara Indonesia. "Kenapa kami menekankan ini kepada para mahasiswa, agar mereka tidak terpengaruh dengan khilafah. Karena jika terpengaruh dan tidak menghargai Pancasila, yang terjadi adalah perang saudara.  Bangsa kita tidak ada musuh. Musuh kita musuh negara, musuh negara musuh kita. Pemberontak, teroris, kita selesaikan, jangan ada toleran pada khilafah atau teroris.  Paham!!!," tekannya kepada prajurit.
Dia mengatakan bahwa prajurit dan adalah alat negara, pertahanan terdepan bangsa. Itu sebabnya harus profesional dan tangguh serta andal dalam menjalankan tugas.
Sementara itu Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto, mengaku merasa bangga dan terhormat mendapat kunjunhan Menhan RI. “Semoga dengan arahan yang disampaikan dapat memberikan kemajuan bagi Divif 2 Kostrad ke depan," katanya. (ira/jon)



Jumat, 13 Des 2019

Skadron 32 Lanud Abd Saleh

Loading...