Malang Post - Menghina Presiden, PM Ukraina Mundur

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Menghina Presiden, PM Ukraina Mundur

Sabtu, 18 Jan 2020

KIEV - Perdana Menteri (PM) Ukraina, Oleksiy Honcharuk, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini disampaikan Honcharuk setelah bocornya rekaman audio saat dirinya menyebut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tidak tahu apa-apa soal perekonomian.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (17/1) kemarin,  dalam postingan Facebook, Honcharuk menyatakan dirinya telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Zelensky pada Jumat (17/1) waktu setempat.
"Saya menerima jabatan ini untuk mengimplementasikan program presiden. Dia menjadi contoh transparansi dan kepatutan bagi saya," ucap Honcharuk dalam pernyataannya.
"Namun, untuk menghilangkan keraguan soal rasa hormat dan kepercayaan saya bagi presiden, saya telah menulis sebuah surat pengunduran diri dan menyerahkannya kepada presiden untuk diberitahukan kepada parlemen," sambungnya.
Awal pekan ini, sebuah rekaman audio muncul ke publik. Di dalamnya berisi suara Honcharuk menyampaikan komentar menghina tentang pemahaman Zelensky soal perekonomian.
Dalam pembelaannya, Honcharuk menyebut rekaman audio itu merupakan kompilasi dari potongan rekaman dari rapat-rapat pemerintahan. Dia menyalahkan  kelompok berpengaruh  yang tidak disebut namanya karena membuatnya tampak seperti tidak menghormati Zelensky sebagai Presiden Ukraina. "Itu tidak benar," ujar Honcharuk membela diri.
Pada Kamis (16/1) waktu setempat, para anggota parlemen dari partai oposisi, Opposition Platform-For Life, menyerukan pengunduran diri Honcharuk. Disebutkan oposisi bahwa Honcharuk dan kabinet pemerintahannya telah mendiskreditkan Presiden Ukraina dan memperburuk krisis ekonomi di negara tersebut.
Anggota Partai Pelayan Rakyat yang berkuasa menyebut tidak ada dasar bagi Honcharuk untuk mundur. Parlemen Ukraina selanjutnya harus menggelar voting untuk menentukan apakah akan menerima pengunduran diri Honcharuk atau tidak. (dtc/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Detik

  Berita Lainnya





Loading...