MalangPost | Mengenal Jasmine Sefia Waynie, Pemain Putri Arema FC

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Mengenal Jasmine Sefia Waynie, Pemain Putri Arema FC

Kamis, 09 Jan 2020, Dibaca : 2904 Kali

Jasmine Sefia Waynie, namanya sempat viral selama beberapa hari belakangan. Wanita berusia 14 tahun ini, menjadi buruan media terkait masalah rapor dengan sekolahnya di SMPN 2 Batu. Lantas, siapakah sosok Jasmine ini.

Awan hitam terlihat menggantung di langit, Selasa (7/1) siang. Tanda akan turun hujan di Dusun Krajan, Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan, sudah terlihat. Beberapa orang staf dari Kecamatan Kromengan, serta perangkat Desa Ngadirejo, terlihat mondar-mandir di rumah yang memiliki halaman cukup luas.
Mereka sibuk menggelar karpet. Beberapa diantaranya, sibuk menyiapkan makanan ringan, seperti kacang kulit dan roti. Sementara, beberapa polisi dari Polsek Kromengan, tampak berjaga di ruas jalan raya depan rumah berpagar besi dengan cat warna hitam.
Kesibukan mereka ini, karena rumah yang didiami keluarga Jasmine Sefia Waynie, akan kedatangan tamu penting. Dua kepala daerah, akan berkunjung. Yakni Bupati Malang, H. M. Sanusi serta Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.
Beberapa jam setelah ditunggu, tamu kehormatan akhirnya tiba dengan kawalan mobil patroli Polsek Kromengan. Mereka langsung disambut warga serta beberapa pejabat. Termasuk Jasmine Sefia Waynie dan ayahnya, Dwi Cahyono.
"Saya baru tahu kalau Jasmine ini, ternyata warga Kecamatan Kromengan. Dia pemain sepak bola putri yang sudah mendunia," ucap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, yang dibenarkan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, sembari menjabat tangan Jasmine.
Jasmine adalah anak sulung dari empat bersaudara. Dia anak pasangan suami istri, Dwi Cahyono dan Yunaeni Herawanti. Jasmine merupakan aset berharga Kabupaten Malang, karena di usianya yang masih muda, sudah menjadi pemain sepak bola putri profesional.
Sekilas orang yang tidak mengenalnya, akan menganggap bahwa Jasmine adalah laki-laki. Bahkan, Sanusi, sempat menduga kalau Jasmine ini adalah laki-laki.
"Saya tidak tahu kalau Jasmine ini ternyata perempuan," katanya.
Wanita kelahiran 24 September 2005 ini, tumbuh besar dari sebuah perkampungan di desa. Sejak masih taman kanak-kanak (TK), Jasmine memang suka bermain bola. Dia sempat tergabung latihan sepak bola dengan teman sebayanya, di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan.
"Dia (Jasmine, red) suka sepak bola, karena sering saya ajak ikut latihan bermain sepak bola. Saya tidak melarangnya bermain sepak bola, karena memang ingin anak saya bisa menjadi pemain sepak bola profesional," ujar Dwi Cahyono, ayah Jasmine.
Setahun sempat vakum tidak bermain bola, dengan alasan bosan. Namun kemudian, ketika duduk di kelas II SD, Jasmine kembali bermain bola. Diapun diikutkan SSB Kanjuruhan Kepanjen. Teman-temannya di SSB sebagian besar adalah laki-laki.
Tetapi Jasmine, sama sekali tidak minder. Karena cita-citanya adalah menjadi pemain sepak bola. Apalagi orangtuanya juga mendukung keinginan Jasmine.
Ketika kelas V SD, oleh pelatih SSB, Jasmine yang memiliki kepiawaian menggocek bola, diikutkan untuk gabung tim sepak bola putri Jatim. Saat itu, dia membela Tim Jawa Timur, untuk ikut turnamen Piala Pertiwi Nusantara di Jepara.
Ketenangan memegang dan menggiring bola, ternyata membuat pelatih Timnas Putri kepincut. Jasmine yang berposisi sebagai gelandang serang, terpilih masuk skuad Garuda Muda.
Bergabung dengan Timnas Putri U-16, Jasmine turun sebagai pemain di Piala AFF tahun 2017 di Laos. Menariknya, dari seluruh pemain Timnas Putri saat itu, Jasmine adalah pemain termuda.
"Semua pemain lainnya adalah pelajar SMA dan sebagian SMP. Hanya saya saja yang masih SD. Tetapi saya justru masuk tim inti, dan selalu turun di setiap pertandingan," urai Jasmine.
Meskipun gagal membawa juara, namun bisa bergabung dengan Timnas Putri, menjadi prestasi dan kebanggaan tersendiri. Apalagi, pada tahun 2018, Jasmine juga masuk Timnas Putri U-16 untuk Piala AFF di Palembang.
Pada tahun yang sama, Jasmine juga masuk Timnas Putri U-16 untuk kualifikasi AFC di Kyrgistan. Sedangkan di level nasional, Jasmine membawa Bangka Belitung juara III Menpora Cup Nasional. Dan tahun 2019, membawa Tim Putri Cendil juara I Pertiwi Regional Babel, sebelum akhirnya menjadi punggawa Arema FC Putri untuk berlaga di Liga I Putri.
"Bermain sepak bola adalah hobi saya. Harapannya, saya ingin menjadi pemain sepak bola profesional. Selain itu, tentunya juga bisa berprestasi lebih baik di sekolah," beber wanita berambut cepak ini.
Selain itu, Jasmine juga ingin membuktikan bahwa bermain sepak bola tidak hanya dilakukan oleh laki-laki. Wanita juga bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Ia akan terus mengasah kemampuannya, sekaligus ingin membawa prestasi Timnas Putri lebih baik lagi.
Untuk sosok pemain sepak bola yang dia idolakan, adalah Andres Iniesta. Pemain Timnas Spanyol yang bermain untuk klub Barcelona ini, menjadi pemain yang selalu dibanggakan.
Selain karena lihai bermain bola dan selalu menjadi pemain pilihan Barcelona, juga posisinya sama dengan Jasmine.
"Sama-sama sebagai gelandang serang. Karena itu saya menginspirasi supaya nantinya bisa menjadi seperti Iniesta," pungkas Jasmine sembari tersenyum.(agung priyo/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agung Priyo