Mengenal Anis Suhartini Ketua KPU Kabupaten Malang

Minggu, 20 Oktober 2019

Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 702 , bagus, agung

TIDAK banyak yang tahu, ternyata Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, adalah seorang desainer. Dia membuat desain, lalu menjahit dan menjual jadi pakaian hasil desainnya. Sudah tak terhitung, berapa desain pakaian yang telah dibuatnya.

Anis, sapaan akrabnya adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang periode 2019 - 2024. Wanita kelahiran 26 Agustus 1976 ini, merupakan incumbent. Sebelumnya pada periode 2014 - 2019 adalah anggota komisioner KPU.
"Itupun saya menjadi anggota komisioner tidak mulai awal. Pada periode 2014 - 2019 hanya 15 bulan. Karena masuk sebagai anggota KPU lantaran PAW (pergantian antar waktu), menggantikan Totok Hariyono yang menjadi anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur," terang Anis Suhartini.
Sebelum berkecimpung sebagai penyelenggara Pemilu, Anis merupakan pegawai salah satu Bank plat merah di Kota Batu. Dia menjadi pegawai bank mulai 2005 sampai 2012. Sebelum akhirnya memutuskan berhenti berkarier di dunia perbankan karena alasan pribadi.
"Waktu itu saya keluar dari bank, karena harus fokus dengan anak. Sebab sebelum berusia 5 tahun, anak kan harus selalu dekat dengan ibunya," ujar warga Perum Landungsari Permai Blok B-8, Kecamatan Dau ini.
Selepas dari bank, Anis kemudian mulai berfikir untuk mencari pekerjaan yang fleksibel. Salah satu pilihannya adalah bisnis pakaian.
Baju yang menjadi bisnisnya, bukan dibeli dari toko atau perusahan yang kemudian dijual lagi. Melainkan adalah pakaian hasil desainnya sendiri. Mulai dari label, gaya dan model adalah hasil desainnya.
Ia merintisnya mulai dari nol. Menjual pakaian hasil desainnya dengan menawarkan kepada teman-temannya. Hanya di sekitar wilayah Malang Raya saja, karena saat itu belum memiliki tempat butik sendiri.
"Saya belajar desain pakaian itu secara otodidak. Sebelumnya tidak memiliki pengalaman. Hanya karena ibu dulu adalah penjahit, sehingga saya belajar dari orang tua. Dan saya hanya membuat desain, kemudian untuk menjahitnya saya memiliki penjahit khusus," terangnya.
Setahun berjalan, usaha bisnis pakaian ini ternyata berkembang. Setiap kali desain pakaian yang telah dibuat, langsung laku dengan cepat. Hingga akhirnya pada 2016, Anis memiliki butik sendiri di Jalan Cipayung Kota Malang. Nama branded pakaiannya adalah Dhanisense.
Dari yang sebelumnya menjual pakaian dengan cara menawarkan langsung kepada teman-temannya, kini Anis sudah melayani pembelian online. Bahkan pelanggan tetap yang selalu inden desain barunya dari luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sulawesi.
Dikatakan ibu satu anak ini, desain pakaian yang dibuatnya adalah khusus untuk wanita. Desainnya tidak spesifik pada pakaian hijab. Tetapi mengikuti trend dan bisa dipakai untuk semua dewasa.
"Sehingga desain pakaian saya, bisa dipakai oleh wanita dengan segala usia. Bisa digunakan dengan memakai hijab ataupun tidak," jelas Anis, yang sebelumnya juga pernah menjadi anggota PPK Kecamatan Dau pada tahun 2015.
Lebih lanjut, Anis mengatakan, untuk setiap desain pakaian yang dibuat, tidak memproduksi banyak. Rata-rata setiap desain hanya 5 - 6 pics saja. "Namun pernah ada desain yang laku keras, sehingga harus menambah pics," katanya.
Dari hasil desain dan pakaian yang dibuat kemudian dijual ini, setiap bulannya Anis mengakui mengantongi omset sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. "Tetapi karena sekarang masih fokus di Pemilu, dua bulan ini masih vakum belum membuat desain terbaru," paparnya, sembari berkeinginan bisa mendesain pakaian untuk artis ataupun pejabat.(agung priyo/ary)



Loading...