Menelusuri Wendit Lanang Desa Mangliawan Pakis

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 1011 , Halim, ira

MALANG – Belum pernah berwisata ke Wendit Lanang? Kalau belum, anda perlu mencobanya bersama keluarga. Berada di Dusun Wendit Utara Desa Mangliawan Kecamatan Pakis, Wendit Lanang adalah tempat wisata air, yang menawarkan pemandangan alam yang indah. Terlebih saat ini, seiring dengan pembangunan yang dilakukan, wisata Wendit Lanang pun lebih menarik. Sehingga tidak salah, jika tempat wisata ini pun banyak dikunjungi wisatawan. Terutama saat hari libur.
Namun siapa sangka jika tempat wisata ini memiliki cerita sejarah yang cukup kental. Supranoto, koordinator pengelola Wisata Wendit Lanang mengatakan, jika tempat wisata ini kali pertama ditemukan oleh para prajurit kerajaan Kadiri. Wendit Lanang ini kerap dilewati para prajurit saat mereka hendak melakukan persemedian atau ritual di Gunung Bromo.
”Konon ceritanya, saat perjalanan menuju Gunung Bromo, para prajurit yang berjalan kaki ini kehabisan bekal. Mereka kemudian kelaparan di area wisata Wendit Lanang,’’ ungkapnya. Supranoto mengatakan, sebelumnya tidak ada sumber air di tempat itu. Sehingga, para prajurit harus menahan haus dan lapar. Hingga akhirnya seorang suci atau salah satu Pandito melakukan semedi untuk mendapatkan air.
”Saat persemedian itu, orang suci tersebut langsung menancapkan senjatanya ke tanah. Begitu senjata yang menancap itu dicabut, kemudian keluarlah air sangat deras, mengalir. Aliran air ini kemudian digunakan para prajurit tersebut untuk minum dan menjadi bekal mereka hingga di Gunung Bromo. Awalnya hanya mengalir saja, kemudian air menggenang, dan menjadi kolam. Di kolam ini juga banyak sumber airnya,’’ cerita Supranoto.
Dia mengatakan, sumber air di Wendit Lanang ini ditemukan, sebelum sumber air di Wendit Water Park (WWP). “Kalau menurut mbah-mbah kami, air di sini ini bersumber dari empat gunung. Yaitu Gunung Arjuno, Gunung Bromo, Gunung Semeru dan Gunung Kawi. Di sini pertemuan airnya, kemudian baru mengalir ke selatan ki Wendit Water Park,’’ jelasnya.
Air yang mengalir dari sumber air Wendit Lanang memiliki khasiat luar biasa. Bahkan air yang mengalir dari sumber ini dapat menyuburkan tanaman. Melihat tempat wisata ini memiliki potensi luar biasa, pihak pengelola pun menambah beragam fasilitas. Mulai dari Gazebo, jembatan kayu, ornamen atau properti I Love Wendit Lanang dan ayunan.
’’Kolamnya ada beberapa. Tapi paling sakral di samping itu,’’ kata Supranoto sembari menujukkan sebuah kolam kecil dengan air berwarna hijau tidak jauh dari gazebo tempat wisata ini. Kolam kecil tersebut, kata Supranoto kerap dijadikan tempat warga untuk berendam dan melakukan ritual. Terutama saat bulan purnama, atau menjelang tanggal 1 Suro.
Sementara di kolam besar, juga terdapat pohon beringin dengan ukuran besar. Pohon beringin tersebut konon ceritanya tidak bisa ditebang. ”Belum ada yang menebang memang. Karena setiap akan ditebang orang yang hendak menebang selalu mengalami sakit,’’ ungkapnya.
Warga pun menyebut pohon tersebut sakral. Dan karena sakral, di bawah pohon juga kerap dijadikan warga bersemedi. Di bawah pohon itu terdapat batu gilang. Hanya saja, Supranoto menyebutkan, jika batu gilang itu palsu. Karena batu yang asli disimpan.
Keskralan air di wisata Wendit Lanang ini pun tetap terjaga sampai dengan sekarang. Warga pun kerap membuat kegiatan di area Wendit Lanang. ”Festival kali, pawai budayanya berangkat dari Wendit Lanang. Karena dari sini air mengalir kali pertama. Dan tempat wisata ini kerap dijadikan tempat ritual agar tetap lestari,’’ kata Camat Pakis Firmando Hasiholan Matondang.
Tempat wisata ini juga pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu, digunakan warga untuk menggelar upacara bendera, yang diikuti oleh anggota Komunitas Peduli Air Desa Mangliawan dan warga sekitar.  ”Di Wendit Lor, warganya sangat menjaga kerukunan. Meskipun banyak pendatang, tapi antara warga asli dan warga pendatang selalu rukun. Tidak pernah bertikai antara satu dengan yang lain. Di tempat ini gotong royong juga masih sangat kental,’’ tandas Mando.(ira/lim)



Minggu, 20 Okt 2019

The Heritage of Penang

Loading...