Menekuni Food Photography | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 28 Sep 2019, dibaca : 792 , parijon, linda

Gemar fotografi sejak duduk di bangku SMA, perempuan bernama lengkap Desy Bariyyatul Qibtiyah kerap menjuarai kompetisi foto dan mampu bersaing dengan fotografer handal. Terbukti ia pernah meraih juara I di ajang Food Photography ‘Culinary Dialogue’ Goethe Institut Indonesia 2018 silam.
Desy sapaan akrabnya mengaku sangking hobinya terhadap dunia fotografi sejak SMA sudah aktif mengikuti ekstrakurikuler, event dan lomba. Begitupun saat menjadi mahasiswa, ia juga ikut UKM Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotogragi (Himafo) UM.
"Saya juga mengikuti beberapa komunitas fotografi seperti Instanusantara Malang, Malang Female Motret, dan lain-lain, karena dari awal suka fotografi itu saya memotret semua genre," ujar Desy.
Ia kemudian berfikir untuk fokus pada satu genre yaitu food photography dan menekuninya sejak Oktober 2018 yang didasari hobi makan. Untuk mengasah kemampuannya membidik objek berbagai perlombaan foto juga diikuti. Salah satunya food photography yang diadakan Goethe Institut Indonesia dan berhasil menjadi juara utama se-Indonesia.
Sejak fokus ke food photography banyak perubahan yang dirasakan Desy. Terutama dalam meningkatkan skill memotret, selain itu juga lebih fokus dan spesifik yang dipelajari.
Dikatakannya setelah merebut juara I di ajang nasional, Desy lantas bergabung ke @infokuliner.malang dan sering mendapat undangan ke soft opening cafe atau restoran di Malang. Tak hanya itu beberapa proyek pribadi juga pernah digarapnya.
"Secara pribadi pernah ikut even traveloka eats, culinary tour dan dinner yang diadakan Goethe, kerja sama dengan Ayam Nelongso dalam pembuatan video, foto produk beberapa cafe dan lainnya," terangnya.
Ditilik ke belakang, Desy tipikal perempuan yang pantang menyerah untuk menggeluti sesuatu. Seperti saat pertama kali mengawali hobinya dengan menggunakan kamera handphone untuk memotret objek yang diinginkan.
Berkat kegigihannya itulah semasa SMA, Desy juga menuai prestasi antara lain pernah menjadi juara 1 Smasa Photography Competition tingkat pelajar se-Probolinggo 2014, juara 2 modelling photography ‘Women in Frame’ tingkat pelajar se-Probolinggo 2014, dan Best Moment ‘Management Photo Competition Universitas Airlangga’ tingkat Nasional 2017.
"Setalah masuk kuliah akhirnya ada kesempatan membeli kamera pertama pada tahun 2015. Kamera Canon DSLR dan menjadi andalan setiap lomba kala itu, setiap minggu ikut hunting, workshop dan pameran foto untuk mengasah kemampuan," tutup perempuan kelahiran 20 Desember 1996 ini.
Sebagai food photography banyak tantangan yang harus dilaluinya terutama dalam melawan rasa malas untuk berkarya, membranding diri sendiri dan memberikan kepercayaaan kepada customer. Selain itu memotret makanan juga ada beberapa yang diperhatikan yaitu styling, properti, lighting dan komposisi. (iin/jon)



Jumat, 06 Des 2019

Mudah Beradaptasi

Kamis, 05 Des 2019

Kelola Dua Bisnis di Kepanjen

Kamis, 05 Des 2019

Dari Model Jadi Desainer

Loading...