Menang, Bus Dilempari | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Menang, Bus Dilempari

Senin, 16 Des 2019,

MALANG – Penggawa Arema FC melepaskan beban yang mereka tanggung sekitar sebulan terakhir. Tak pernah menang dalam enam laga, sejak kali terakhir 8 November 2019, tim berjuluk Singo Edan itu kini sudah mendapatkan kemenangan saat menjamu Bali United di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Senin (16/12). Arema menang dengan skor 3-2, setelah melalui perjuangan yang tidak mudah selama 90 menit.
Dalam pertandingan, pemain tampak lepas ketika merayakan gol kedua dan ketiga. Teriakan dari pemain seperti Alfarizi, Nasir, Dendi Santoso, hingga Hendro Siswanto, menjadi tanda mereka merindukan senyuman setelah pertandingan. Ketika laga usai, pemain juga banyak yang tampak sujud syukur dengan kemenangan tersebut.
“Pertandingan tadi bagus dan berat buat Arema. Tidak mudah meskipun Bali United tanpa banyak pemain utamanya,” ungkap Pemain Arema, Muhammad Rafli.

   Baca juga :

Denda Bisa Tembus Rp 1 Miliar

Gol Perdana Aldino Herdianto

Arema Diremehkan Bali United


Dia mengatakan, pemain Serdadu Tridatu tetap memberikan perlawanan sengit. Arema harus berjuang keras mencetak gol, menyamakan kedudukan hingga akhirnya unggul. Gol Arema dicetak Ridwan Tawainella, Muhammad Rafli dan Nasir.
“Lawan pasti punya motivasi lebih untuk bisa menang dan menunjukkan ke tim Bali United. Tetapi, Alhamdulillah kami yang menang,” paparnya.
Pemain yang baru saja bergabung dengan Arema selepas memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 2019 tersebut pun menjadi salah satu pencetak gol. Ia awalnya diturunkan sebagai gelandang. Akan tetapi, cederanya Sylvano Comvalius membuat Rafli dipasang sebagai striker, berduet dengan Rifaldi Bawuoh. “Alhamdulilah bisa mencetak gol. Yang terpenting Arema menang,” tegas dia.
Ia berterima kasih pada suporter yang datang memberikan dukungan. Sekalipun, dalam pertandingan ini, dukungan hanya sekitar 4000an suporter.


Hanya saja, skuad juga dilanda kekecewaan. Selepas mereka menang, Aremania memberikan tekanan dalam perjalanan pulang. Mulai dari di depan pintu VVIP Stadion Kanjuruhan, mereka berusaha mendekati bus pemain sebagai bentuk protes karena Arema menuai hasil negatif di beberapa laga sebelumnya.
Puncaknya, ketika berada di area luar Stadion Kanjuruhan, lemparan benda keras diarahkan ke bus pemain dan membuat kaca bus pecah di sisi depan, tepatnya di sisi supir bus. “Supir yang terluka,” tutur salah satu pemain Arema.
General Manager Arema, Ruddy Widodo mengakui, aksi tersebut kurang elok. Dia menganggap, lemparan dilakukan oknum, bukan Aremania.
“Kami yakin Aremania masih bagus. Kami sangat kecewa dengan oknum yang melakukan pelemparan,” tandasnya. (ley/jon)

Editor : Parijhon
Penulis : Stenly

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...