Malang Post - Membangun Optimisme Ekonomi 2020

Rabu, 08 April 2020

  Mengikuti :


Membangun Optimisme Ekonomi 2020

Rabu, 01 Jan 2020

Tahun 2020 pun telah menjelang. Berkaca pada tahun 2019, data-data ekonomi global menunjukkan tren pelemahan. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang berkepanjangan dengan mendahulukan kepentingan ekonomi dalam negeri (inward looking policy) menjadi penyebab perlambatan ekonomi dunia. Pada tahun 2018 ketika perang dagang baru dimulai, pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,9%. Sementara itu, untuk tahun 2019 ini tumbuh 2,3?n diprakirakan tahun 2020 hanya tumbuh 2,0%. Kondisi ini bisa jadi semakin parah jika Trump tidak menurunkan tensi perang dagang di tahun depan.
Tiongkok sebagai negara dengan ekonomi kedua terbesar di dunia, pertumbuhan ekonominya juga melambat. Dari 6,6% di tahun 2018 menjadi 6,2% tahun ini dan diproyeksikan turun ke 6,0% di tahun 2020 mendatang. Kondisi ini menyeret pertumbuhan ekonomi global dari 3,6% di tahun 2018 menjadi 3,0% tahun 2019 dan 3,1% di tahun 2020. Dampak dari perlambatan ekonomi global tersebut akan menekan volume perdagangan dan harga komoditas dunia.

Outlook Ekonomi Nasional dan Regional Jawa Timur
Menjaga kestabilan di tengah turbulensi global, optimisme menyambut tahun 2020 dibangun oleh Presiden Joko Widodo yang memaparkan langkah strategis dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019. Salah satu poin penting yang disampaikan Jokowi adalah kesiapan Indonesia untuk menghadapi dinamika ekonomi global. Selama tiga triwulan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai masing-masing sebesar 5,07%, 5,05%, dan 5,02% secara tahunan. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi mampu bangkit pada triwulan IV 2019. Domestic demand akan tetap kuat didukung oleh inflasi yang stabil, investasi, dan belanja pemerintah akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Tiga prioritas kebijakan melalui deregulasi pasar tenaga kerja, reformasi sektor energi, dan penghapusan hambatan untuk investasi, diharapkan dapat menjaga dan memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprakirakan berada di sekitar 5,1% pada 2019 akan stabil atau meningkat dalam kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020. Dari sisi bank sentral, stance kebijakan akomodatif melalui penurunan suku bunga maupun injeksi likuiditas ke perbankan akan dilanjutkan pada tahun 2020. Sementara itu, pemerintah memberikan stimulus ekonomi melalui peningkatan belanja yang tercermin dari APBN Tahun 2020.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur 2020 diperkirakan berada dalam range 5,3-5,8%. Hal ini sejalan dengan potensi peningkatan volume perdagangan dunia dan potensi penguatan ekonomi mitra perdagangan domestik Jawa Timur. Dari sisi perkembangan harga, inflasi Jawa Timur lebih rendah dari nasional dan memiliki fluktuasi yang rendah di kawasan Jawa. Target inflasi Jawa Timur mengacu pada target inflasi Bank Indonesia 2020 yaitu 3±1%. Sikap optimistis perlu terus ditumbuhkan agar dapat menjadi pijakan dalam transformasi ekonomi, sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi dan merebut peluang pasar.

Outlook Ekonomi Malang Raya
Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu menjadi wilayah pengungkit pertumbuhan di wilayah Kawasan Tengah Selatan (Katesa) Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi Kota Malang secara all years diproyeksikan tumbuh dan diprakirakan berada pada rentang 5,5-5,9%, Kabupaten Malang diprakirakan berada pada rentang 5,3-5,7?n Kota Batu diprakirakan berada pada rentang 6,4-6,8%. Secara umum, pertumbuhan ekonomi Malang Raya lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur dan nasional yang didorong oleh kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, pertanian, dan konstuksi. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Malang Raya.
Transformasi sektor ekonomi Malang Raya tahun 2020 akan difokuskan pada pengembangan kawasan ekonomi, pariwisata, agro industri, dan penguatan peran sektor rill seperti UMKM. Pemerintah daerah setempat dapat mendukung melalui inovasi kebijakan dalam memperbaiki iklim investasi dengan mendorong digitalisasi di berbagai sektor pelayanan publik.

Pengembangan Ekonomi Malang Raya
    Dalam rangka mewujudkan optimisme tumbuhnya ekonomi Malang Raya, langkah-langkah yang dapat dilakukan dari sisi sektor rill yakni melalui penguatan ekspor baik dari berbagai komoditas maupun industri. Untuk itu penguatan daya saing menjadi kata kunci. Perhatian kepada sektor UMKM juga harus selalu menjadi prioritas. Dukungan kepada UMKM go global dengan cara mendorong UMKM untuk ekspor menjadi relevan. Di sisi lain, solusi pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan pemanfaatan klaster untuk mendukung peningkatan kerjasama perdagangan antar daerah. Terutama komoditas pangan dan komoditas unggulan daerah lainnya. Selain itu, pemanfaatan digital farming yaitu platform digital jual beli produk pertanian dan platform pertukaran informasi dapat dioptimalkan.
Pengembangan pariwisata Malang Raya dapat dikembangkan dengan memanfaatkan big data untuk akselerasi dan elaborasi informasi seperti mengekstrak review dari wisatawan terhadap sejumlah destinasi wisata prioritas, khususnya untuk aspek 3A (Attraction, Accessibilities, Amenities). Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang dan sekitarnya sangat pesat, ditandai dengan berbagai usaha berbasis teknologi. Pemerintah Kota Malang merespon melalui dukungan rencana pembangunan Malang Creative Center. Hal ini sejalan visi penguatan ekonomi kreatif yang diharapkan dapat memajukan perekonomian Malang Raya di tahun mendatang.
Ekonomi syariah juga bisa menjadi peluang bagi sumber ekonomi baru Malang Raya yang dapat meningkatkan daya tahan ekonomi (resilience) dalam menghadapi gejolak global maupun perubahan di dalam negeri. Salah satunya, pusat-pusat pendidikan islami yang berkembang luas dapat menjadi awal implementasi ekosistem mata rantai nilai halal (halal value chains) melalui pengembangan ekonomi pesantren. Selain itu, dapat dilakukan fasilitasi sertifikasi halal UMKM dan pengembangan infrastruktur pendukung sertifikasi halal.

Di bidang sistem pembayaran, implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) akan terus diperkuat sebagai kanal pembayaran transaksi digital 2020. Sosialisasi kepada pengelola dan pedagang pasar di Malang Raya telah menjadi langkah awal pedagang pasar sebagai merchant mengetahui bahwa pembeli dapat melakukan pembayaran  menggunakan QRIS. Hal ini dimaksudkan untuk menyederhanakan sistem pembayaran berbasis QR Code mengingat implementasi QRIS secara nasional pada tanggal 1 Januari 2020. (*).

Oleh : Azka Subhan Aminurridho
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Opini

  Berita Lainnya





Loading...