Melanjutkan Cita-cita Habibie - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 12 Okt 2019, dibaca : 663 , mp, opini

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama yang dikenal dunia karena kehebatannya dalam ilmu dirgantara. Tidak ada yang baru dari pernyataan itu, sebab begitu banyak paten dalam teknologi dirgantara yang tercatat atas nama BJ Habibie. Namun, tidak banyak yang tahu kalau Habibie merupakan orang Asia pertama yang prestasinya ditorehkan di kiblat penerbangan sipil dunia, di Montreal, Kanada.
Tidak banyak yang tahu juga bahwa pengakuan kehebatan terhadap BJ Habibie itu terpajang di markas Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Torehan prestasi itu dibuat saat Habibie meraih Edward Warner Award. Penghargaan ini diberikan ICAO kepada individu atau organisasi yang dianggap menjadi perintis atau berkontribusi besar terhadap penerbangan sipil dunia.
Berbagai asset penting dan strategis yang pernah dipimpin untuk Indonesia dan dunia diantaranya, yaitu: Direktur Utama PT Pindad AD, Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam, Asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Kontruksi Ringan Rheinsich Westfaelische Technische Hochshule, Aachen, Jerman Barat (1960–1965), Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Bandung (1976), Direktur Utama PT Pelayaran Armada Laut (PAL), dan sebagai direktur lainnya di tempat strategis.
Kini Bapak Bangsa itu telah genap satu bulan meninggalkan kita, tentunya meninggalkan duka bagi segenap bangsa Indonesia.  Selain itu, BJ Habibie juga pernah terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pertama pada 7 Desember 1990. BJ Habibie sempat pula menjadi anggota MPR dari Fraksi Karya Pembangunan (Golkar) masa bakti 1992-1997 hingga akhirnya ditunjuk Soeharto sebagai Wakil Presiden RI sejak 11 Maret 1998 menjelang runtuhnya rezim Orde Baru.
Kini, putra terbaik bangsa itu telah tiada, namun, mangkatnya Habibie pada usia 83 itu meninggalkan sejumlah buah pikiran dan kerja bagi bangsa. Salah satunya The Habibie Center yang ia dirikan setelah tak lagi menjabat presiden RI.
The Habibie Center adalah suatu yayasan yang berupaya memajukan modernisasi dan demokratisasi di Indonesia yang didasarkan pada moralitas dan integritas budaya dan nilai-nilai agama. The Habibie Center didirikan pada tanggal 10 November 1998 oleh Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie, mantan presiden Republik Indonesia ke-3.
Ada dua misi Habibie Center, yaitu: Pertama, untuk menciptakan masyarakat demokratis secara kultural dan struktural yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mengkaji dan mengangkat isu-isu perkembangan demokrasi dan hak asasi manusia. Kedua, untuk memajukan pengelolaan sumber daya manusia dan usaha sosialisasi teknologi. Kini dengan kepergiannya Habibie terasa kosong dan hampa merasa seperti ditinggal orang tua sendiri.  

Menginspirasi Penemuan Baru
Di sini penulis mengisahkan perjalanan awal sebelum menjadi seorang inventor atau penemu. Rasanya seperti bermimpi ketika tiba-tiba penulis yang saat itu masih berstatus menjadi mahasiswa mendapat undangan resmi dari Prof. Dr. Eng. BJ Habibie terkait lomba Rancang Bangun Teknologi yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tanggal 10 Agustus 1995.
Saat itu yang menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi merangkap sebagai Ketua BPPT adalah Prof. Dr. Eng. BJ Habibie. Tidak menyangka penulis yang saat itu gencar melakukan penelitian air sungai menjadi air bersih keluar sebagai Juara Nasional. Saat itu Prof. Dr. Eng. BJ Habibie menganugerahkan Plakat Penghargaan.
Dalam pesannya beliau mengatakan bahwa invention dan innovation itu membutuhkan proses yang panjang, mulai bermimpi, menggambar ide, observasi, menerjemahkan ide, penemuan konsep, berpikir lebih dalam, hingga proses engineering.
Adrenalin yang memicu penulis untuk melakukan penelitian hingga akhirnya mendapatkan ilham baru tak lepas dari motivasi dan inspirasi dari Pak Habibie. Ketika Menristek/Ketua BPPT menyelenggarakan Lomba Kaji Terap Iptek pada tanggal 10 Agustus 2001 penulis mengajukan karya penemuan lagi untuk diikutkan dalam lomba tersebut.
Penemuan yang berjudul Kincir Air Kaki Angsa penulis ikutkan dalam lomba tersebut dan berhasil keluar sebagai pemenang tingkat nasional. Selanjutnya penulis diundang lagi untuk menerima penghargaan dari Menristek yaitu Hatta Rajasa. Pesan dari Menristek/Ketua BPPT adalah untuk segera mematenkan produk yang temuan tersebut.
Pada tahun 2002 penemuan yang penulis lakukan mendapatkan nomor paten dari Direktorat Jenderal HKI dan di sini penulis membuat prototype hingga diproduksi TVRI dan diujicoba di sungai Kabupaten  Malang. Pada tahun 2006 ketika ada rapat pembahasan energi terbarukan di lingkungan Kementerian ESDM dengan menghadirkan nara sumber Prof. Dr. Eng. BJ Habibie dengan pembahasan pada energi air laut.
Saat rapat tersebut Prof. Dr. Eng. BJ Habibie memberikan gambaran jika di Selat Sunda pada saat bulan purnama berpotensi gaya arus air yang cukup potensial jika ada turbin air yang mendukung dan dapat memanfaatkan energi air laut diubah menjadi energy listrik. Kepala Direktorat Pusat Ketenagalistrikan saat itu membawa proposal tentang penemuan penulis, yaitu Kincir Air Kaki Angsa dan dipaparkan di hadapan Prof. Dr. Eng. BJ Habibie. Sontak Prof. Dr. Eng. BJ Habibie merespon dan mendukung positif terhadap penemuan penulis untuk segera diimplementasikan.
Ini menunjukkan kehadiran Habibie sebagai seorang tokoh di tanah air, dengan membawa sekaligus kepintaran dan kedekatannya yang tidak terbatas pada pejabat saja, lebih dari itu beliau juga dekat dengan mahasiswa dan masyarakat. Seperti yang penulis rasakan saat mendapat wejangan berharga dari beliau tentang pentingnya menggali inovasi dan ide baru untuk kemajuan bangsa.
Pesan Habibie telah penulis buktikan bahwa berangkat dari model nyata hasil kreasi itu akhirnya menjadi invention atau penemuan baru. Cita-cita yang beliau harapkan adalah bagaimana generasi muda menjalankan produk kreatif sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat dengan penemuan yang bermanfaat bagi umat.

 

Oleh : Djajusman Hadi
Penulis : Adalah Penemu “Kincir Air Kaki Angsa” dari Universitas Negeri Malang (UM)



Selasa, 19 Nov 2019

Birokrasi Masih *SANGKAR EMAS*

Loading...