Masih Ingin Kembangkan Bisnis Property

Jumat, 18 Oktober 2019

Minggu, 22 Sep 2019, dibaca : 498 , udi, ira

Menjadi rektor Universitas Islam Raden Rahmat, Hasan Abadi tentu saja sangat sibuk. Namun, bapak tiga anak ini tak lupa dengan hobinya, traveling. Ayah dari Nalar Ahmad Pilar Semesta (Sem) ini, selalu menyempatkan diri jalan-jalan mengisi waktu luang dan diluar kesibukan.
"Dulu waktu masih sekolah dan kuliah, hobi saya naik gunung. Di Jatim InsyaAllah sudah semua gunung saya daki. Setelah jadi rektor ini, hobinya traveling," ungkapnya.
Traveling yang dilakukan ayah dari Bentang Jagad Mohammad Alvath ini tidak seperti orang lainnya. Karena traveling yang dilakukan tidak lepas dari pekerjaannya. "Kalau saya dapat undangan ke luar negeri, ya itulah kesempatan saya traveling. Kan kalau di luar negeri dapat izinya 10 hari, paling acaranya dua hari, sisanya dibuat jalan-jalan," tuturnya.
Nah jalan-jalan yang dilakukan selain mengunjungi destinasi wisata, juga ke kampus-kampus di negara yang didatangi. Selain mengenalkan diri, juga mengajak kerja sama. "Di kampus-kampus terkenal di negara yang saya kunjungi saat itu saya akan belajar perkembangan di kampus tersebut, manajemen dan banyak hal. Harapannya, kami bisa menerapkan di kampus kami," tambahnya.
Termasuk saat mendatangi museum,  Hasan tidak sekadar melihat koleksinya. Tapi lebih pada belajar manajemen pengelolaan museum. "Ya begitulah saya. Di setiap pergi saya harus punya oleh-oleh satu atau dua sesuatu yang dapat kami terapkan di kampus," ungkapnya.
Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia juga demikian. Mantan Ketua LPNU Kabupaten Malang ini juga sering keluar masuk kampus di seluruh Indonesia. Dia melakukan penjajakan kerja sama sekaligus belajar tentang perkembangan kampus.
"Dengan kami melihat dan belajar, kami lebih mudah untuk mengembangkan di tempat kami. Karena kami sendiri berusaha untuk mengembangkan kampus," urainya.
Hasan menyebut satu persatu dengan rinci, negara yang pernah dikunjungi. Diantaranya, China, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Thailan, Kamboja, Perancis, Jerman dan beberapa negara lainnya.
Sekalipun sibuk mengurusi kampus, Hasan tidak melupakan pekerjaannya dulu, yaitu sebagai pebisnis property. Ya sekalipun dia tidak lagi dapat membangun cluster penuh, tapi dia dapat membangun satu dua rumah hunian untuk kembali dijual kepada warga. "Dulu sebelum nyemplung disini, saya mengawali karir di bisnis property. Sudah buat cluster. Di wilayah Landungsari, Kabupaten Malang. Tapi ya itu karena sibuk, akhirnya sedikit terbengkalai. Saat ini mulai bangun lagi, mainnya tanah kavlingan. Dibangun lalu dijual kembali. Alhamdulillah jalan," katanya. (ira/udi)



Loading...

  Follow Us