MalangPost | Manfaatkan Daun Sirih Pengganti Hand Sanitizer

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Manfaatkan Daun Sirih Pengganti Hand Sanitizer

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 1416 Kali

MALANG – Jangan bingung dengan kelangkaan hand sanitizer atau etanol. Bahan alam bisa menjadi alternatif  sebagai pengganti hand sanitizer. Salah satunya daun sirih. Masyarakat bisa menggunakan daun sirih sebagai antiseptik untuk membunuh mikrobakteri jahat, termasuk juga virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.


Direktur Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Putra Indonesia Malang (PIM), Dr. Misgiati, M.Pd. “AKAFARMA mengatakan, memang mempelajari bahan-bahan alam. Di saat etanol  menjadi  barang langka dapat menggunakan bahan alam untuk pembuatan hand sanitizer.
“Kami terus melakukan inovasi untuk kemudian juga kami aplikasikan kepada Mahasiswa,” kata Dr Misgiati, sapaan akrabnya  kepada Malang Post.


Ia menyebutkan, daya tahan hand sanitizer dari rebusan daun sirih itu, dapat bertahan selama tiga hari. “Kalau didinginkan di lemari es, dapat bertahan hingga satu minggu,” ungkapnya. Cara membuatnya cukup mudah. “Daun sirih lima lembar dimasukkan dalam air 50 ml. Mudahnya 1 banding 10. Lalu direbus dengan api yang tidak terlalu panas,” ujarnya.
Setelah mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan diberi jeruk nipis agar daya tahannya lebih lama. “Bisa setengah atau satu biji jeruk nipis,” terang Misgiati lagi.
Cairan antiseptik ini pun sudah dapat dipergunakan. Ia mengingatkan, jangan digunakan bila baunya berbeda. “Tandanya ada perubahan senyawa,” ungkapnya.


Lebih lanjut menurut dia, boleh ditambahkan lidah buaya dan daun sirih yang dipergunakan boleh merah, hijau ataupun kuning. “Ada perbedaan di daya antiseptiknya tapi tidak banyak. Kalau ingin keren, rebusan daun sirih bisa dimasukkan botol. Memang baunya tidak sesegar hand sanitizer kebanyakan karena hand sanitizer diberikan pengharum,” urainya lebih lanjut.
Selain daun sirih, daun kemangi juga dapat direbus. “Kalau malas, daun kemangi cukup diremas-remas. Hanya saja, terkadang orang belum yakin dengan pemanfaatan bahan alam. Tanaman obat keluarga (toga) sebenarnya sangat penting. Sebab dapat menjadi alternatif perlindungan diri,” tegas Misgiati. (mp4/mar/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Redaksi