Malang Folks Market, Kolaborasi UMKM dan Pasar Modern

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Minggu, 06 Okt 2019, dibaca : 507 , aim, asa

MALANG - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang harus mampu bersaing dari produk asing yang membanjiri pasar lokal. Untuk memperkuat kualitas produk UMKM Dinas Perindustrian Kota Malang membangun sinergi dengan pasar modern dan mall yang ada di Kota Malang.
Salah satunya melalui gelaran Malang Folks Market di Transmart Malang, Jumat (4/10) malam lalu. Beragam produk terbaik UMKM dipamerkan pada ajang yang digelar hingga Minggu (6/10), mulai dari berbagai olahan sambel dengan kemasan modern, hingga cookies kekinian.
"Ini semacam kolaborasi sistem perdagangan modern. Mall atau department store bersinergi dan memberi kesempatan pada UMKM yang ada di Kota Malang. Ini menarik, upaya seperti ini saya yakin mampu meningkatkan daya saing UMKM dan menekan jumlah pengangguran," kata Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, usai membuka Folks Market pada Malang Post.
Dijelaskannya, perkembangan UMKM di Kota Malang harus dimaksimalkan. Kota Malang memiliki pasar yang sangat potensial, ratusan ribu mahasiswa hingga jumlah kunjungan wisatawan yang setiap tahunnya terus bertambah. Sejauh ini UMKM Kota Malang sudah banyak yang memiliki produk-produk otentik. Namun, masih belum banyak yang mendapat sentuhan inovasi modern teknologi.
"Kota Malang ini unik, produk yang dijual di kota lain belum tentu laku. Kalau di Kota Malang justru sebaliknya, karena marketnya besar. Tinggal bagaimana UMKM kita mampu berkreasi, berinovasi, dan keluar dari zona nyaman," ungkapnya.
Ditambahkannya, upaya dari pemerintah melalui Dinas Perindustrian Kota Malang kali ini juga harus bersinergi dengan berbagai instrumen dalam masyarakat. Sebab, UMKM tidak mungkin berkembang dengan sendirinya jika tak mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak, baik akademisi, pengusaha, media, masyarakat umum, hingga pemerintah sendiri.
"Upaya ini harapannya juga didukung oleh kolaborasi dari seluruh instrumen masyarakat. Seperti stake holder, akademisi, pengusaha, media, hingga media sebagai pembentuk opini publik," lanjutnya.
Malang Folks Market kali ini tentunya didukung oleh para pelaku UMKM Kota Malang yang sejauh ini juga mendapat pelatihan atau pendampingan dari Dinas Perindustrian Kota Malang. Mereka yang tergabung dalam event tersebut umumnya sudah memberikan inovasi dan kreasi pada produk-produk mereka. Sehingga lebih menarik minat konsumen.
Konsultant event tersebut Dias Satriya menyampaikan, kegiatan tersebut untuk pengembangan jangka panjang UMKM melalui sentuhan modern teknologi. UMKM yang mengikuti event tersebut sekaligus dikenalkan pada sistem pembayaran modern digital untuk efisiensi dan perluasan pasar. Mereka juga diberikan pelatihan strategi pemasaran online, hingga pengemasan unik agar mampu menarik minat konsumen.
"Jadi kita kenalkan sociopraneur ke mereka. Juga untuk pembukuan keuangan dan pembayaran digital. Kita juga dampingi mereka untuk membuat packaging yang menarik. Sejauh ini ternyata branding dan packaging berpengaruh besar pada suatu produk. Misalnya kita dampingin UMKM kripik tempe, setelah dibranding dan packagingnya diinovasikan ternyata omsetnya meningkat pesat," kata pria yang juga founder startup sociopraneur asal Malang, JAGOAN itu.(asa/aim)



Loading...