Malang Post - Malang Fashion Week, 80 Desainer Berbakat Pamerkan Karya Terbaik

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Malang Fashion Week, 80 Desainer Berbakat Pamerkan Karya Terbaik

Minggu, 10 Nov 2019

MALANG – Fashion menjadi salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang pertumbuhannya perlu di dukung penuh. Terlebih di Malang banyak desainer bertalenta dengan karya-karya yang banyak dilirik masyarakat di tanah air. Salah satu wujud dukungan tersebut dengan terselenggaranya Malang Fashion Week 2019 yang diikuti lebih dari 80 desainer Malang Raya.
Wali Kota Malang, Drs. Sutiaji mengatakan, Malang Fashion Week 2019 ini yang pertama dengan lingkup yang lebih luas bahkan diikuiti oleh desainer internasional. Artinya Malang memiliki potensi untuk menjadikan fashion sebagai subsektor ekonomi kreatif lantaran peluangnya sangat menjanjikan.
“16 subsektor ini saling mendukung, tumbuh kembang dengan baik kuliner, fashion, kriya, animas, game dan aplikasi serta bagian-bagian yang lain masih sangat menjanjikan di Kota Malang,” ujar Sutiaji di Graha Cakrawala, UM, Sabtu (9/11) malam kemarin.
Terlebih sekarang ini menurutnya, muncul desainer muda yang tumbuh dari perguruan tinggi di Malang dengan jumlah tak kurang dari 70 desainer. Artinya Malang sebagai kota urban dan pariwisata, maka tak mengherankan apabila fashion menjadi bidikan salah satu sub sektor yang akan dikembangkan dalam ekonomi kreatif.
 “Ekonomi kreatif akan memberikan efek domino dari 16 subsektor nantinya akan berkembang terus. Jika dulunya kita mengandalkan secara berurutan batu bara, kelapa sawit dan pariwisata,” terangnya.
Bahkan pariwisata saat ini terus mengalami kemajuan, bukan karena sumberdaya alamnya melainkan bagaimana kreasi dari masyarakat tersebut. Seperti di Kota Malang ada Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung 3D, dan lain sebagainya yang menjadi daya tarik baru sehingga patut untuk dikembangkan.
“Pertumbuhan yang tidak bisa diikuti oleh pertumbuhan sektor lain adalah ekonomi kreatif. Sehingga upaya yang kami kembangkan adalah wadah bagi komunitas yang saat ini sedang dibincangkan, kedepan harus kita kuatkan,” tandas Sutiaji.
Ditambahkannya, tidak bisa dipungkiri ekonomi kreatif adalah ekonomi masa depan. Untuk itu Sutiaji berharap masyarakat untuk mau masuk kedalam revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi dan efisiensi. Kedepan pemerintah Kota Malang menguatkan masyarakat tentang bagaimana membuat packaging yang baik sehingga muncul istilah high quality low cost dan lain sebagainya sehingga mampu bersaing. (lin/red/aim)

Editor : aim
Penulis : linda

  Berita Lainnya





Loading...