Malang Beach Festival Dapat Sambutan Luar Biasa | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 28 Sep 2019, dibaca : 1566 , udi, agung

MALANG - Malang Beach Festival (MBF) ke-3, yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Sabtu (28/9) sungguh luar biasa. Kirab budaya dalam rangkaian Hari Jadi ke-1259 Kabupaten Malang ini menyedot antusias warga. Ribuan orang datang memenuhi sepanjang jalur lintas barat (Jalinbar).
Masyarakat yang datang tidak hanya dari penjuru Malang Raya, tetapi juga dari beberapa kota di Jawa Timur. Bahkan Kota Kediri dan Probolinggo, ikut berpartisipasi dengan menjadi peserta kirab.
Meski kegiatan baru dimulai pukul 15.00, namun sejak pukul 12.00, masyarakat sudah banyak yang datang. Mereka rela berdiri dan kepanasan. Namun, masyarakat merasa puas dan terhibur dengan penampilan setiap kontingen yang menyuguhkan kesenian menarik.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedanthara SH, M.Si, mengatakan, MBF adalah event tahunan yang diselenggarakan memperingati Hari Jadi Kabupaten Malang. Pada MBF ke-3 kali ini, ada 80 kontingen yang menjadi peserta. "33 kontingen berasal dari seluruh kecamatan. 34 kontingen adalah dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta 13 kontingen dari perusahaan dan instansi," jelas Made.
Parade mobil hias, pawai kostum berkarakter, dan parade karnaval dengan tema Kirab Panji ini, menurutnya bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan potensi seni di wilayah Kabupaten Malang. Sekaligus mempromosikan seni budaya dan produk unggulan, serta sebagai regenerasi pelaku seni di Kabupaten Malang. "Melalui festival ini, kami ingin meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Malang. Termasuk mengenalkan destinasi baru yang ada," jelasnya.
Seluruh peserta menempuh jarak sekitar 800 meter. Diawali dengan parade mobil hias, dan dilanjutkan parade atraksi budaya. Setiap peserta akan berhenti dan menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan selama empat menit.
Peserta kirab pertama diawali dengan penampilan anggota DPRD Kabupaten Malang, yang menampilkan kerajaan pewayangan. Kemudian dilanjut penampilan dari Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, menampilkan topeng Malangan. Lalu, penampilan dari Kota Kediri dan Probolinggo, sebagai bintang tamu dalam festival. Ada juga penampilan dari SMK Miftahul Huda Kepanjen, yang menampilkan kendaraan backhoe dihias dengan kepala singa raksasa.
Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, mengatakan, kegiatan festival ini adalah rutin yang diselenggarakan memperingati Hari Jadi Kabupaten Malang.
Kegiatan MBF tahun ini, ditempatkan di Kecamatan Kepanjen, dari sebelumnya diadakan di Jalur Lintas Selatan (JLS). "Mengapa di Kepanjen, karena Kota Kepanjen merupakan Ibu Kota Kabupaten Malang. Antusias masyarakat yang hadir pun juga sangat luar biasa," ucap Sanusi.
Melalui kegiatan ini, Sanusi berharap bisa meningkatkan destinasi pariwisata di Kabupaten Malang. Termasuk bisa mendatangkan investor untuk memajukan Kota Kepanjen, sebagai Ibu Kota Kabupaten Malang. "Lokasi festival juga kami tempatkan di Jalinbar, supaya tidak mengganggu lalu lintas. Karena ketika di jalur utama, akan menyebabkan kemacetan," ujarnya.
Menurut Sanusi, festival ini kedepan tidak hanya diadakan di Kota Kepanjen. Tetapi juga akan diselenggarakan di tempat lain, seperti Kecamatan Tumpang, Pujon ataupun Ngantang. "Karena event ini pesertanya dari seluruh kecamatan juga, makanya ke depan kami mencoba melaksanakan di tempat lain. Supaya masyarakat Kabupaten Malang bisa merata untuk menikmati festival ini," pungkasnya. (agp/udi)



Loading...