Malang Bakal Tanpa Bayangan pada tanggal 14 Oktober | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 12 Okt 2019,

MALANG -  Apa jadinya jika di siang bolong tidak ada bayangan yang terlihat. Malang bakal mengalami hari tanpa bayangan pada tanggal 14 Oktober  mendatang. Hari tanpa bayangan sering disebut kejadian kulminasi atau transit (istiwa') yang merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
"Informasi pastinya di BMKG. Tapi secara umum memang jawa timur sepertinya mengalami hal tersebut," Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Malang, Mahfuzi kepada Malang Post.
Dijelaskannya, jika melihat kondisi suhu yang panas sekali di siang hari, karena matahari pas berada di titik kulminasi 90 derajat di atas bumi.
Menurut rilis BMKG,  Malang diprediksi mengalami hari tanpa bayangan pada 14 Oktober 2019 teptnya pada pukul 11.15 WIB. Tepatnya di koordinat 7 58 56.64 LS (Lintang Selatan) dan 112 37 46.99 BT (Bujur Timur).
Ini berarti, lanjut Mahfuzi bumi atau wilayah yang terdampak berada pada jarak terdekat dengan matahari, apalagi Indonesia.
"Dan khususnya Jawa yang berada di equator," tegasnya.
Hari Tanpa Bayangan merupakan fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.  Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.
Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang",  karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.  
Kepala BMKG Karangploso Aminudin Al Roniri menjelaskan, kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
"Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang",
karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama
dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," jelasnya.
Apa Penyebabnya?, penyebab Hari Tanpa Bayangan, dijelaskannya terjadi karena bidang ekuator Bumi / bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika/ bidang revolusi Bumi, sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat berubah terus
sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS.Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari.
"Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar equator, kulminasi utama di wilayah
Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari
berada di khatulistiwa," tegasnya.
Di Kota Malang sendiri kulminasi ini diprediksi akan terjadi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 11.15 WIB. Sedangkan di wilayah lain yang dekat seperti Kota Batu bakal selisih hanya satu menit yakni pukul 11.16 WIB. Sedangkan wilayah Kabupaten, khususnya Kepanjen, hampir sama dengan Kota Malang pada pukul 11.15 WIB. (ica/aim)

Editor : aim
Penulis : sisca






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...