MALANG Arema FC berpeluang melanjutkan dominasinya atas PSIS Semarang | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 30 Apr 2018, dibaca : 331 , etika, yolla

Senin (8/1) lalu, beredar drawing mengenai Piala Presiden 2018. Arema, disebutkan berada di Grup C, dan bergabung dengan Persela, PSIS dan Bhayangkara FC. Akan tetapi, Organizing Committee turnamen tersebut menyatakan, jika Arema berada di grup E, dengan klub tersebut dan pertandingan bakal dilangsungkan di Malang.<br />
Sementara itu, Grup C akan ditempati tuan rumah Persebaya Surabaya, dengan tiga tim lain Perseru Serui, PS TNI dan Madura United. Sedangkan di Grup A, tuan rumah Persib Bandung satu grup dengan PSM Makassar dan PSMS Medan.<br />
Untuk grup B, venue akan berlangsung di Balikpapan dengan peserta Mitra Kukar, Barito Putera, Martapura FC dan Persipura Jayapura. Dan di grup D, Bali United menjadi tuan rumah untuk PSPS Pekanbaru, Borneo FC dan Persija Jakarta.<br />
“Pembukaan akan dilakukan Selasa, 16 Januari 2018 pukul 15.00 WIB di Bandung.  Seperti tahun sebelumnya, pembukaan rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Juga akan ada serangkaian acara pembukaan,” ujar salah satu anggotra Organizing Committee, Risha Adi Wijaya.<br />
Terkait pembagian grup, Risha mengatakan ada beberapa pertimbangan. Selain lima kota yang sudah ditunjuk menjadi tuan rumah, kemudian disesuaikan dengan peringkat tim di kompetisi, faktor geografis serta kepentingan komersial.<br />
Menanggapi drawing yang beredar, Arema enggan terpancing untuk berkomentar. Tak terkecuali Pelatih Joko Susilo. Dia memilih menunggu adanya manager meeting yang kemudian memutuskan mengenai pembagian grup tersebut.<br />
“Saya tidak mau membahas itu (Piala Presiden, Red) sebelum adanya technical meeting atau manager meeting. Saya tidak mau berandai-andai siapa lawannya,” ujar Joko Susilo. Pelatih dengan sapaan akrab Gethuk itu memilih berkonsentrasi pada persiapan tim, untuk kian membentuk chemistry antar pemain di Arema<br />
. Pasalnya, hal tersebut diakuinya akan memperkuat timnya. “Kalau masalah pembagian grup, belum ada yang pasti. Persiapan keseluruhan saja, tidak memandang klub tertentu,” papar dia. Akan tetapi, Gethuk ternyata juga mewaspadai PSIS Semarang, yang akan menjadi lawan di Grup E.<br />
Dua kali bertemu dan dua kali menang, tidak dijadikannya patokan untuk mudah melawan tim tersebut. “Kalau persiapan, tentu sudah kami lakukan. Itu juga alasan kenapa saya menyimpan Rodrigo Ost saat bertemu PSIS lalu,” ungkapnya.<br />
Selain Rodrigo Ost, dirinya juga tidak menurunkan Rivaldy Bawuo yang sejatinya telah pulih dari cedera. Begitu pula Arthur Cunha, yang dalam dua pertandingan uji coba melawan PSIS selalu menjadi pemain pengganti. Gethuk tampaknya tidak ingin PSIS membaca tipikal pemain atau gaya bermain Arema secara keseluruhan dan menjadi senjata andalan saat Piala Presiden jika bertemu dengan tim yang sama. (ley/bua)]]></fulltext>
 



Loading...