Makna Tahun Baru Imlek, Momen Berkumpul Bersama Keluarga dan Saling Memaafkan | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Makna Tahun Baru Imlek, Momen Berkumpul Bersama Keluarga dan Saling Memaafkan

Minggu, 26 Jan 2020,

Ong Lie Sian yang dikenal dengan nama Siane Kristanti, memaknai Tahun Baru Imlek sebagai momen berkumpul dan saling memaafkan. Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 tersebut juga menjadi ajang berkunjung ke sanak saudara.
Menurut Siane, malam sebelum Hari Raya Imlek seluruh keluarga besar berkumpul, keseruannya layaknya pulang kampung. H-1 Imlek menjadi perayaan baginya dan keluarga, makan-makan adalah hal wajib yang tidak boleh terlewatkan.
"Menu yang wajib ada adalah mie dan telur puyuh. Mie melambangkan panjang umur, sedangkan telur puyuh saat memakan tidak boleh di potong tetapi langsung di makan utuh agar berkahnya juga utuh," ujar owner Krista Skin Lab ini.
Menu berikutnya yang tidak boleh ketinggalan adalah Yu Sheng. Yakni salad China, yang terdiri dari berbagai bahan sayuran berwarna-warni. Setiap warna memiliki filosofi dan harapan, misalnya wortel, artinya diberi kesehatan dan jahe melambangkan kejayaan.

   Baca juga : Yakin, Bagikan Angpao Datangkan Rezeki


Ia melanjutkan, keunikan tradisi Yu Sheng adalah ketika akan memakan salad ini yakni keluarga harus berkumpul menjadi satu dan mengaduk bahan sayuran lalu diangkat setinggi-tingginya. "Semakin Yu Sheng terangkat dan berantakan dipercaya semakin baik pula peruntungan di tahun yang baru," tegasnya.
Tradisi lainnya yang masih dijaga hingga kini, yakni berbagai parsel dan hantaran ke keluarga. Biasanya berupa buah-buahan yang didalamnya wajib ada jeruk. Selain itu juga guci, jika keluarga berada sebagian ada yang memberikan kristal Bohemia.
Sementara untuk hidangan keluarga wajib ada kue keranjang. Selain berupa makanan, perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan pemberian angpao. Pun demikian dengan Siane, turut berbagi angpao kepada keluarga atau orang yang dikasihi. "Kalau Imlek ini kita kasih angpaonya untuk yang belum menikah, meskipun orang tersebut lebih tua dari kita tetapi jika belum menikah wajib memberikan, tujuannya agar berkat di dalam keluarga terus mengalir," jelas perempuan kelahiran Solo, 16 Februari 1976 ini.
Perempuan empat bersaudara ini, memaparkan tidak begitu mempermasalahkan shio. Namun jika saat ini Shio Tikus berarti melambangkan kesuburan dan kekayaan. "Kalau saya tidak begitu percaya dengan Shio, saya hanya percaya bahwa berkat Tuhan itu setiap hari ada, yang penting jangan berhenti melakukan kebaikan," urai ibu tiga anak ini.
Ia percaya berbagi dengan orang lain, terus menebar kebaikan ke semua orang, dan selalu mengasihi pasti berkat selalu ada menyertai. "Misalnya selain kasih angpao ke keluarga juga ke pelanggan klinik dengan free treatment perawatan. Misalnya saat Imlek pelanggan treatment di Krista Skin Lab minimal transaksi senilai Rp 500 ribu bisa ambil angpao di pohon angpao, di sana apa free perawatan yang bisa dipakai kapan saja," tandas lulusan ABM tahun 2005 ini. (lin/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...