Mak Susi Jadi Tersangka Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 468 , udi, net

JAKARTA- Polisi menetapkan seseorang bernama Tri Susanti sebagai tersangka ujaran rasial dalam peristiwa penggerudukan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu. Tri sebelumnya disebut sebagai korlap aksi pengepungan itu.
"Mendasari gelar perkara, telah ditetapkan satu tersangka dengan inisial TS," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (28/8).
Menurut Dedi, gelar perkara penetapan tersangka dilakukan dengan memeriksa sebanyak 16 saksi dan tujuh ahli. Saksi ahli yang diperiksa meliputi ahli bahasa, ahli pidana, ahli ITE, ahli sosiologi, ahli antropologi, dan ahli komunikasi. "Setelah ditetapkan tersangka penyidik mengajukan permohonan pencekalan," kata Dedi.
Pencekalan itu untuk mencegah tersangka bepergian atau melarikan diri. Barang bukti yang diamankan yaitu konten video elektronik yang memuat insiden ujaran rasis itu. Polisi juga mengamankan berita media televisi terkait pernyataan tersangka, hingga rekam jejak digital Tri Susanti, yang akrab disapa Mak Susi.
Nama Tri Susanti tercatat sebagai seorang calon anggota legislatif DPRD Surabaya dari Partai Gerindra mewakili daerah pemilihan 3 yang meliputi kecamatan Bulak, Gunung Anyar, Mulyorejo, Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo dan Wonocolo nomor urut delapan.
Tindakan rasial di Surabaya memicu serangkaian aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai Kota di Papua. Aparat TNI dan Polri diturunkan di tanah Papua. Hingga saat ini, akses Internet di Papua juga diblokir.
Meski sudah menjadi tersangka wanita yang biasa disapa Mak Susi ini belum ditahan. "Penetapan penahanan nanti akan dirumuskan. Sekarang kan baru kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, kemarin.
Mak Susi dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP. (dtc/ss/udi)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...