MalangPost - Mahasiswa Unisma Raih Juara 1 dan Juara Favorit Duta Budaya dan Museum Kota Malang

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Mahasiswa Unisma Raih Juara 1 dan Juara Favorit Duta Budaya dan Museum Kota Malang

Minggu, 21 Jun 2020, Dibaca : 2121 Kali

MALANG - Kecintaannya kepada budaya tumbuh sejak kecil. Didukung dengan lingkungan keluarga yang juga cinta budaya nusantara, membuat Bagas Setyo Anggoro akrab dengan ragam jenis seni budaya nusantara. Ia juga sering mengikuti perlombaan seni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Bahkan beberapa kali mengikuti lomba dalang cilik dan menuai prestasi.


Tak jarang ia aktif dalam sebuah gerakan pelestarian cagar budaya untuk memberikan edukasi kepada mayarakat agar ikut serta mencintai budaya sebagai kekayaan nusantara. “Sejak kecil saya sudah akrab dengan budaya dengan aktif di pagelaran wayang dan lain-lain, itu artinya saya ikut melestarikan seni budaya,” kata Bagas Setyo kepada Malang Post.


Kecintaannya pada budaya nusantara mengantarkan Bagas, mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) ini pada audisi Duta Budaya Dan Museum Kota Malang. Tidak hanya lolos audisi, ia juga sukses menjadi juara satu. Gelar Duta Budaya Dan Museum Kota Malang disematkan kepadanya usai grand final pada Kamis (18/6) lalu.
“Alhamdulillah ini kejutan bagi saya, karena rivalnya hebat-hebat. Ini semua berkat dukungan keluarga, para dosen dan teman-teman,” ungkap mahasiswa yang saat ini juga tengah melaju sesi grand final duta Unisma ini.


Bagas merupakan mahasiswa yang aktif dalam berbagai even perlombaan. Terutama yang yang terkait dengan audiensi duta. Beberapa waktu lalu, ia juga mengikuti pemilihan putra-putri fakultas. Dan tahun lalu, mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini dinobatkan sebagai Juara 1 Duta Pemuda Kabupaten Malang.


Prestasinya yang membanggakan itu dilanjutkan ke pemilihan Duta Budaya dan Museum Kota Malang. Sejak 7 Juni 2020 dengan pengumpulan video minat bakat oleh 130 peserta. Bagi yang lolos keesokan harinya  langsung wawancara. Hanya 20 peserta yang dinyatakan lolos sebagai finalis.
Hanya 7 peserta yang lolos untuk mengikuti di grand final pada 18 Juni lalu, di Taman Krida Budaya Jawa Timur dengan virtual event. “Ini adalah pencapaian saya yang membahagiakan semoga memberikan banyak arti bagi saya sendiri maupun untuk seluruh peserta,” tuturnya.


Menjadi juara 1 tak membuatnya jemawa. Bagas sadar ada tugas besar yang menanti di masa yang akan datang. Sebagai duta ia harus siap menjalani tugas sebagai utusan untuk mengedukasi, mempromisikan, melestarikan dan menjaga kebudayaan dan objek cagar budaya.
“Tugas ke depan tentu tidak mudah, ada tugas-tugas duta sebagai utusan dinas pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan,” terangnya.
Ungkapan syukur juga disampaikan Juara Favorite Duta Budaya Dan Museum yang juga diraih mahasiswa Unisma Muhammad Fachris. Ia bersyukur akan kesempatan yang diperoleh untuk mengikuti audisi Duta Budaya dan Museum Kota Malang. "Selagi masih muda kita maksimalkan kesempatan yang ada. Kalau itu untuk kebaikan kita kenapa tidak," ujar mahasiswa Fakultas Hukum Unisma ini.


Menurutnya keberadaan duta budaya dan museum harus menjadi mediator untuk lestarinya budaya serta berkembangnya museum. "Karena itu aset kekayaan kita, maka perlu kita lestarikan. Duta budaya akan menjalankan fungsinya sesuai kepercayaan masyarakat dan pemerintah," tuturnya. (imm/adv/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi