Mahasiswa UM dan Machung yang Berada di Kota Guilin China, Sehat | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Mahasiswa UM dan Machung yang Berada di Kota Guilin China, Sehat

Selasa, 28 Jan 2020,

MALANG - terdapat enam  mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang (UM) yang hingga saat ini masih berada di Kota Guilin, Guangxi, China. Mereka sedang  mengikuti program pertukaran mahasiswa di Guangxi Normal University selama satu tahun dan sudah berjalan satu semester.
Direktur Hubungan Internasional UM, Evi Eliyanah, SS, MA mengatakan, enam mahasiswanya tersebut mengikuti program 3+1.  Yakni tiga tahun di UM dan satu tahun di Guangxi. Untuk diketahui, Guilin cukup jauh dari Wuhan. Jaraknya antara 838 Km hingga 844 Km.
“Kami sudah mengontak pihak universitas di sana. Mahasiswa kami diperhatikan. Di sana ketika orang  masuk ke asrama internasional termasuk dimana mahasiswa kami tinggal semuanya harus pakai masker dan harus cuci tangan,” jelas Evi.

   Baca juga : Kenali Gejala Awal Virus Corona


Selain itu lanjut dia,  ada inspeksi sebanyak tiga kali dalam satu hari. Siapapun yang masuk dicek temperatur atau suhu badan. Tujuannya untuk mengetahui apakah yang bersangkutan terinfeksi Virus Corona atau tidak.
Meskipun di wilayah Provinsi Guangxi terdapat satu kasus terinfeksi Virus Corona namun lokasinya jauh dari Guilin. Selain  dan juga telah mendapatkan penanganan medis. Sehingga dipastikan mahasiswa UM dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.
“Di seluruh China saat ini sedang tidak ada kuliah. Kampus lockdown, tidak boleh keluar kampus dan makanannya pun catering oleh pihak kampus yang mana itu sudah dijaga benar kebersihannya. Tidak semua orang bisa menjadi tukang masaknya,” urainya.
Pihak UM kini mengambil langkah tetap tenang. Apalagi pihak kampus sangat proaktif memberikan update kabar terbaru. Pasalnya mahasiswa internasional yang sedang menempuh studi di Guangxi Normal University terbilang banyak dan dari berbagai negara sehingga hal tersebut menjadi tanggungjawab kampus terhadap para mitra termasuk UM sehingga meraka pun mengambil langkah konkrit dan tepat.
Dikatakannya, bahwa selama di asrama mahasiswa UM ini tidak diperkenankan keluar dari asrama. Pihak UM terus memantau perkembangan mahasiswanya yang ada di Cina termasuk memantau kebijakan apa yang akan diambil pemerintah.
“Sampai saat ini belum ada kebijakan untuk memulangkan mereka karena itu juga resiko, kami memantau dan mematuhi kebijakan pemerintah Indonesia,” tegas Evi.
Humas Universitas Ma Chung, Ratna Kristina, dalam rilis  menyampaikan bahwa mahasiswa yang tetap berada di China hingga saat ini sejumlah lima  orang. Sebelum Imlek, mereka dalam kondisi baik. Mereka merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin (PPBM) yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa.
“Empat mahasiswa tetap di Hunan Normal University dan satu mahasiswa di Tongren University,” ujar Ratna.
Sementara  mahasiswa yang baru kembali dari China antara lain tiga mahasiswa PPBM di Tongren University dan dua mahasiswa PPBM di Tongren Polytechnic College. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...