Malang Post - Mahasiswa UB Terseret Ombak Belum Ditemukan

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Mahasiswa UB Terseret Ombak Belum Ditemukan

Jumat, 20 Des 2019

MALANG – Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Frans Sihar Aditya Nababan (18) yang terseret ombak pada Kamis (19/12) pagi di Pantai Watu Leter Sumbermanjing Wetan hingga kini belum ditemukan. Pihak Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) berupaya melakukan pencarian hingga korban ditemukan. Termasuk Tim SAR gabungan yang bekerja keras menyisir pantai selatan untuk menemukan korban.
“Kami juga berdoa agar korban cepat ketemu, informasi terakhir belum ketemu, karena medan dan musimnya angin dan ombak besar tidak diduga,” ujar Staf Ahli Wakil Dekan III FPIK UB Angga Wira Perdana.
Laporan yang diterima oleh Malang Post hingga pukul 16.48, pencarian korban sudah mencapai 60 KM ke arah barat hingga perbatasan Blitar. Juga 30 KM ke arah timur Sidoasri, kobrna masih belum ditemukan.
Ia melanjutkan, orang tua dari Frans Sihar Aditya Nababan saat ini sudah bersama tim di TKP dan berencana akan bermalam. Sedangkan 7 mahasiswa yang bersama korban saat kecelakaan terjadi sudah kembali ke Malang.
"Tujuh mahasiswa tersebut tadi juga ikut bersama-sama untuk bertemu keluarga korban, tapi saat ini sudah kami bawa ke Malang karena mereka yang selamat juga trauma dengan kejadian ini," terang Angga.
Frans (18) merupakan mahasiswa baru Progam Studi Ilmu Kelautan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB angkatan 2019. Kedatangannya ke Pantai Watu Leter hanya untuk refreshing sebelum pulang ke kampung halamannya. FPIK baru saja menyelesaikan UAS dan sudah masuk masa liburan.
Mahasiswa kelahiran Jakarta 10 November 2001 ini datang ke pantai Watu Leter bersama rombongan dan tiba di lokasi pukul 04.30 WIB. Sekitar pukul 06.30 rombongan turun ke pantai dan berenang. 20 menit kemudian korban terkena ombak dan terseret ke tengah pantai lalu dilaporkan hilang.
Sehari sebelum kejadian nahas tersebut, korban melalui Instagram pribadinya mengunggah sebuah foto mengenakan kaos berwarna hitam membelakangi kamera. Dalam unggahan tersebut dibubuhi kalimat berbahasa Inggris.J ika diartikan berarti 'Semua uang ini dan rasa sakit ini membuatku tak berperasaan.'.
Seperti diberitakan sebelumnya Frans (18) hilang terseret ombak di Pantai Watu Leter saat mandi di tepi pantai. Korban datang rombongan untuk berlibur karena sudah selesai menempuh UAS periode Ganjil 2019. Kegiatan rekreasi tersebut adalah kegiatan pribadi dan bukan acara kampus FPIK UB.

Sisir Pantai 10 KM
Kasi Penanggulangan Bencana PMI KabUpaten Malang, Mudji Utomo mengatakan, hari kedua pencarian korban terseret ombak pantai Watu Leter ini dimulai sejak pukul 07.00. Pencarian dilakukan dengan dua metode. Yaitu melalui jalur laut dan darat, dengan arah ke barat.
"Melalui jalur laut pencarian menggunakan perahu karet milik Posal dan Basarnas. Sedangkan untuk jalur darat kami berjalan kaki menyusuri tepi pantai hingga jarak 10 kilometer," ungkapnya.
Selama pencarian petugas melihat dengat teliti seluruh tepian pantai,tak terkecuali di area karang. Namun demikian, belum ada tanda-tanda tubuh korban ditemukan.
''Pencarian hari ini kami lakukan hingga pukul 17.00. Karena kondisi sudah malam gelap, dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian. Besok (hari ini) pencarian akan kami lanjutkan kembali," jelasnya.
Di hari ketiga, dikatakan Mudji, pencarian akan dilakukan dengan personel lebih banyak lagi. "Tetap mengarah ke barat. Semoga di hari ketiga tubuh korban dapat ditemukan," tambahnya.
Ditanya apakah ada kendala? Mudji mengatakan tidak ada. Namun demikian, jauhnya rute pencarian, membuat tim pencarian pun mengalami kepayahan. "Makanya itu begitu hari gelap kami pilih untuk istirahat dan akan mencari lagi besok (hari ini). (lin/ira/ira)

Editor : Halim
Penulis : Ravika

  Berita Lainnya





Loading...