Malang Post - Mahasiswa Malang di Wuhan Pulang Kampung, Usai Menjalani Karantina di Natuna

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Mahasiswa Malang di Wuhan Pulang Kampung, Usai Menjalani Karantina di Natuna

Sabtu, 15 Feb 2020

MALANG - Tujuh mahasiswa asal Malang yang selama ini kuliah di Wuhan, China, kembali kumpul bersama keluarga mereka sejak Sabtu (15/3)  malam. Tak hanya keluarga, tetangga pun ikut senang dan menyambut setelah usai mengikuti karantina di Natuna

Urip Sedianingsih dan keluarganya bahagia. Sejak siang, ia sudah ingin bertemu putri bungsunya Dianita Asmaningtyas. Ning, sapaan akrab Urip Sedianingsih pun  bergegas menunggu kedatangan Dianita yang  terbang dari Natuna ke Halim Perdanakusumah lalu ke Bandara Juanda, sabtu malam.

Saat ditemui Malang Post, Ning sekeluarga mulai bersiap-siap menjemput putrinya itu. Mereka kemudian berangkat ke Bandara Juanda untuk menjemput.

“Saya belikan anak saya Nasi Padang,” kata Ning saat ditemui di rumahnya, di kawasan Jalan Husni Thamrin, Klojen, Kota Malang. Putrinya yang biasa disapa Nita itu ingin makan Nasi Padang, makanan kesukaannya setiba di rumah.

Nita merupakan salah satu mahasiswa asal Malang yang kuliah di Wuhan, China lalu dijemput pulang pemerintah Indonesia akibat merebak Virus Corona. Kondisi mereka sehat, negatif  Virus Corona namun tetap menjalani karantina di Natuna. Setelah mengikuti protokoler kesehatan dunia itu, Nita dan teman-temannya dibolehkan pulang, Sabtu (15/2) .

Untuk diketahui, sejak September 2019 lalu, Nita kuliah di Central China Normal University (CCNU) Wuhan , Provinsi Hubei. Begitu virus corona merebak, keluarganya tak kunjung mencari berita dan informasi terkait kondisi di Wuhan.

Ning akhirnya senang ketika mendengar informasi bahwa Presiden Joko Widodo membuat kebijakan menjemput anaknya dan ratusan WNI lainnya yang berada di Wuhan kembali ke tanah air.

Ning menjelaskan sejak berita Virus Corona menggeparkan dunia, anaknya berada dalam situasi darurat yang tidak menungkinkan pergi kemana-mana. Termasuk membeli makanan  yang disukai.

Tapi mereka boleh bernapas lega setelah berada dalam masa karantina.  “Saat karantina di Natuna katanya diberi makanan yang sehat. Sayur, buah, semua setiap hari. Nah ini juga dia kangen menjes, saya belikan juga nanti,” tutur Ning dengan wajah sumringah menceritakan keadaan putrinya baik dan sehat selama masa karantina.

Ning menceritakan sebenarnya Nita berencana pulang libur Imlek beberapa waktu lalu sebelum Virus Corona merebak. Apalagi saat itu libur dua pekan. “Tapi kata Nita sudah dibertahu jangan pergi jauh-jauh oleh pemerintah di sana. Akhirnya dia tak jadi pulang ke Indonesia saat itu. Sehari setelah Imlek, berita Corona heboh,” cerita ibu tiga anak ini. 

Kini setelah pulang ke Malang, kata Ning, putrinya itu juga ingin berlibur ke Jogjakarta.

Ia mengerti keinginan anaknya yang ingin berlibur di luar daerah itu. Karenanya, dia mengizinkan.

Ning pun sudah mendengar cerita dari anaknya tentang kegiatan selama di karantina di Natuna. Karena berbagai program yang disiapkan dan mereka sejak awal dinyatakan sehat, maka Nita sangat enjoy.

“Tidak seperti karantina yang diam saja dan dikepung penjagaan. Di sana pagi mereka senam, kadang ada guru mengajar Bahasa Inggris mengajari mereka lalu malam mereka seperti main outbond,” jelasnya Ning.

Meski begitu, usai ia dapat mendekap anaknya, Ning berencana tidak mengizinkan anaknya kembali dulu Wuhan. Paling tidak sampai benar-benar dinyataka aman dan terkendali. Jika masih mengkhawatirkan, Ning tidak akan mengizinkan Nita kembali.

Lantas bagaiaman dengan kelanjutan pendidikan Nita? Hal ini juga sempat ditanyakan Ning kepada salah satu koordinator mahasiswa Indonesia di Wuhan. “Katanya nanti bisa belajar atau studi via online. Sampai benar-benar di sana dinyatakan aman,” tegasnya.

Ning juga menjelaskan situasi dan kondisi lingkungan sekitar kediamannya di Jalan Husni Thamrin. Mereka bersikap baik, turut bahagia karena Nita segera kumpul bersama keluarga besar.

Situasi inilah menjadi dukungan luar biasa untuk keluarganya dan Nita. Bahkan tetangga dan teman-teman Ning sendiri ikut mendoakan agar Nita dapat pulang dengan sehat walafiat.

Sebelumnya sejak saat kabar Virus Corona menghebohkan dunia, sejak saat itu Ning dan sekeluarganya berdoa sepanjang hari dan terus mengkontak Nita. Mereka memantau kondisi dari Malang. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya





Loading...