Mahasiswa KKN 22 UMM, Cegah Stunting, Ajak Warga Berperilaku Hidup Sehat

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Mahasiswa KKN 22 UMM, Cegah Stunting, Ajak Warga Berperilaku Hidup Sehat

Senin, 10 Feb 2020, Dibaca : 1071 Kali

MALANG – Untuk meningkatkan kuliatas hidup masyarakat Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar penyuluhan atau gizi dan kesehatan masyarakat serta gerak jalan sehat, Minggu (9/2/2020) .
Ketua Kelompok KKN 22 UMM R.M Yusuf Rahmadi menyampaikan, kegiatan jalan sehat ini salah satu kegiatan dari  Proker  Kesling KKN kelompok 22 UMM yang dilaksanakan pukul 06.00 sampai 09.30. Jalan sehat merupakan kegiatan yang tidak umum bagi masyarakat Desa Donomulyo yang terdiri dari 4 Dusun ini. Berbagai doorprize disediakan untuk diundi nantinya.
“Masyarakat antusias mengikuti jalan sehat, termasuk anak-anak sekolah. Semua orang tahu bahwa jalan kaki adalah olahraga yang paling murah. Tanpa harus membeli alat-alat berat yang mahal agar bisa berkeringat. Jalan kaki dengan jarak tertentu sudah membantu tubuh dalam kelancaran proses metabolisme. Lebih jauh, jalan kaki juga memiliki dampak positif pada kondisi psikologis masyarakat, hal ini bertujuan untuk menambah akan pentingnya hidup sehat,” ungkap Yusuf, sapaan akrapnya.
Tidak hanya jalan sehat, dalam kegiatan tersebut juga ada pemberian edukasi soal gaya hidup sehat dan pemahaman tentang stunting atau disebut dengan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. Penyuluhan stunting diberikan kepada seluruh warga masyarakat Donomulyo agar dapat mengetahui pencegahan dan penyebab terjadinya stunting.  Dijelaskannya, bahwa Desa Donomulyo  merupakan salah satu desa yang rentan terhadap stunting.
“Selain jalan sehat kami memberikan penyuluhan kepada seluruh masyarakat sekitar, hal ini bertujuan untuk mengedukasi mereka dalam menjaga kebersihan terutama lingkungan.  Karena lingkungan akan memberikan dampak pada kesehatan,” lanjutnya.
Selain itu, KKN 22 UMM menggelar penyuluhan bekerjasama dengan SDN 3 Donomulyo, TK PGRI 02 Donomulyo, dan Donomulyo Malang City (DMC) untuk memeriahkan acara penutupan kuliah kerja nyata KKN 22 UMM agar berkesan bagi seluruh warga Donomulyo dan sekitarnya. Acara ini juga dimeriahkan oleh paguyuban seni asli Donomulyo “Reog Ponorogo Surojoyoningrat”.  
Guru TK PGRI 02 Donomulyo, Ita mengatakan, banyak sekali warga Donomulyo yang memiliki bakat dibidang kesenian terutama anak-anak, antusias mereka sangatlah besar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (9/2) , mulai pukul 18.00 sampai pukul 23.00.  “Selain untuk memeriahkan acara penutupan KKN 22 UMM, acara ini juga dapat menjadi penyalur aspirasi warga terutama dibidang kesenian sesuai dengan tema Harmoni Keberagaman Budaya Donomulyo,” ucapnya.
Pimpinan Reog Ponorogo Surojayaningkrat, Imam mengatakan Reog Ponorogo Surojayaningrat merupakan seni jaranan asli dari Donomulyo yang penampilannya sangat dinantikan warga Donomulyo. “Kegiatan penutupan ini merupakan kegiatan terakhir KKN 22UMM. Karena kegiatan ini adalah momen yang sangat dinantikan warga Donomulyo, karena selain untuk merayakan penutupan, juga sebagai hiburan yang berkesan bagi warga Donomulyo,” pungkasnya. (mp4/red/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Agiem Chistian