MalangPost - Mahasiswa ITN Wajib Kantongi Sertifikat Keahlia

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Mahasiswa ITN Wajib Kantongi Sertifikat Keahlia

Kamis, 29 Agu 2019, Dibaca : 1542 Kali

PERESMIAN: Rektor ITN Dr. Ir. Kustamar, M.T meresmikan  Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik bantuan dari alumni ITN.

MALANG - Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tidak akan lulus hanya memegang ijazah, mereka juga harus memiliki sertifikasi kompetensi keahlian khusus. Agar bisa bersaing ketika memasuki dunia kerja.
"Kami ingin membekali lulusan tidak hanya dengan ijazah, tapi juga harus dengan sertifikat keahlian. Ada dua jalan, salah satunya dengan mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan melalui laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (JDTL) ini kita bisa lakukan uji kompetensi. Dengan begitu lulusannya tidak sekadar memenuhi standar, tapi juga memiliki nilai lebih," kata Kustamar pada Malang Post.
Dijelaskannya, keberadaan Laboratorium JDTL juga dapat membantu memfasilitasi asosiasi pekerja profesi untuk melakukan uji kompetensi. Maka dari itu, laboratorium JDTL menjadi angin positif terhadap iklim akademik di ITN Malang.
 "Tentu ini memberi dampak positif terhadap kemajuan ITN Malang. Sebagai Rektor ITN Malang saya mengapresiasi bagaimana para alumni peduli adik tingkatnya di ITN," lanjutnya.
Pendirian laboratorium JDTL merupakan inisiasi dari para alumni Teknik Elektro ITN Malang yang juga tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI). Persiapan pembangunan laboratorium JDTL telah dilakukan kurang lebih sejak satu tahun lalu.
"Satu tahun lalu, alumni yang tergabung dalam tenaga ahli AKLI berkeinginan menyumbangkan sesuatu untuk adik-adik tingkatnya. Maka, disepakati disumbangkan laboratorium ini," ujar Kaprodi Teknik Elektro Industri Prodi Sarjana Terapan, Ir. Eko Nurcahyo, M.T ketika ditemui pada kesempatan berbeda.
Menelan biaya setidaknya Rp 360 juta, kelengkapan mini laboratorium JDTL disebut memiliki standar untuk uji kompetensi bagi mahasiswa sekaligus asesor. Ke depannya,  ITN Malang akan menggandeng lembaga berbadan hukum untuk mengadakan uji kompetensi. Sasarannya adalah mahasiswa semester delapan. Namun, untuk sertifikasi bagi mahasiswa ITN Malang akan diberikan tiap tahun, mulai dari tahun pertama sampai tahun ke empat.
"Tiap tahun akan dibekali sertifikat, mulai tahun pertama sampai tahun ke empat. Di akhir kelulusannya akan dikeluarkan sertifikat keahlian. Jadi, kalau lulus D4 dari ITN, mahasiswa akan mendapat lima sertifikat," jelasnya. (mg3/aim)

Editor : muhaimin
Penulis : ist