Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM Dibekali Etika | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 12 Nov 2019, dibaca : 1239 , rosida, imam

MALANG - Prodi Ilmu Pemerintahan (IP) FISIP UMM menggelar Seminar Internasional tentang Local Government Ethics and Public Services. Seminar tersebut disajikan oleh pemateri dari tiga Negara.   Yakni Sarita Nandmehar, Ph.D, dari Jawaharlal Nehru University, New Delhi India, Christine Tenoriom M.P.A dari Mindanao State University, Iligan Institute of Technology Filipina dan Muhammad Kamil, S.IP., M.A.,  dari Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia.  

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Kamil, S.IP., M.A. yang juga sebagai Ketua Prodi IP FISIP UMM mengatakan, layanan publik menjadi pokok yang sentral dalam sistem pemerintahan. Baik tidaknya sistem dalam layanan publik sangat berpengaruh pada kondisi bangsa dan tatanan masyarakat.  
"Public service menjadi nafas dalam sistem pemerintahan yang berdampak pada nasib suatu bangsa," katanya kepada Malang Post.

Seminar internasional yang digelar di Aula GBK IV UMM tersebut diharapan dapat memberikan masukan terhadap persoalan dalam sistem pemerintahan di tingkat lokal atau daerah. Misalnya sebagai masukan terhadap birokrasi pemerintahan yang pada saat ini sedang menyusun anggaran maupun program tahun 2020 mendatang.

Kamil mengungkapkan, hal utama menjadi dasar digelarnya seminar tersebut karena semakin lama tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam birokrasi pemerintahan semakin marak. Tentu saja hal tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri.
“Kami dari Prodi Ilmu Pemerintahan merasa punya tanggungjawab untuk memperkuat etika mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia politik dan pemerintahan,” ungkapnya.
Menurutnya, tindakan KKN merupakan penyimpangan dan keluar dari etika pemerintahan. Maka dimulai dari bangku kuliah, etika mahasiswa IP harus mulai ditata dengan jiwa leadership dan termotivasi menjadi pelayanan yang baik bagi masyarakat.
“Karena esensinya pemerintah merupakan pelayan masyarakat. Mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, merupakan tantangan bagi generasi calon pemimpin atau birokrat pemerintahan di masa yang akan datang,” tuturnya.

Di Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, etika pemerintahan dan layanan publik berkaitan dengan materi perkuliahan Pengantar Ilmu Politik. Di dalamnya membahas tentang kekuasaan, hubungan politik dan sistem sosial budaya dan kewarganegaraan.

Di seminar internasional, masing-masing pemateri memaparkan pengalaman dan peristiwa politik di masing-masing negara. Sarita Nandmehar, membahas tentang local govermen etich di India dan Christine Tenoriom lebih mengeksplor materi tentang pemimpin populisme. Masing-masing pemateri membreak down dari banyak sisi tema yang telah ditentukan.

Kamil menambahkan, digelarnya seminar dengan mendatangkan pemateri dari luar negeri sebagai upaya internasionalisasi Prodi IP. Dengan tujuan agar bisa mewujudkan global competitiveness.
“Sesuai dengan visi UMM, tahun 2020 yang akan datang sudah mencapai competitive international. Buka lagi bersaing di Indonesia saja, tetapi dunia,” kata dia.

Seminar internasional yang dihadiri oleh para mahasiswa prodi IP tersebut, dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UMM, Dr. Rinikso Kartono, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap seminar yang medatangkan para pemateri dari luar negeri bisa memberikan banyak referensi bagi mahasiswa calon pemimpin bangsa. “Karena etika menjadi sangat penting dalam melaksanakan sebuah kebijakan pemerintah,” katanya. (imm/sir/oci)



Loading...