Mahasiswa IBU Raih Perak SEA Games Cabor Catur | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 09 Des 2019

Nama Muhammad Ervan, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga dan Prestasi IKIP Budi Utomo (IBU), angkatan 2018, melejit di SEA Games 2019 Filipina. Ervan, mempersembahkan medali perak untuk Indonesia, di ajang olahraga paling bergengsi di Asia Tenggara ini. Dia berhasil merebut medali pada Sabtu (7/12), dari cabor catur.
Panggung catur di Travellers Hotel, Subic Bay Filipina menjadi saksi Ervan naik ke podium juara. Dengan sistem pengumpulan poin, bukan knock out, Ervan berhasil mengumpulkan 6,0 poin. Dia hanya kalah dari Uaychai Kongsee asal Thailand, yang mengumpulkan 8,0 poin.
“Soalnya Thailand ini memang topnya catur di Asia Tenggara di nomor Asean chess yang saya ikuti. Saya menghadapi Thailand di babak 6, dan sekaligus menjadi babak penentuan. Kalau bisa menang lawan Thailand, saya bisa emas, sayang masih belum beruntung,” papar Ervan, yang saat diwawancarai Malang Post, masih berada di Subic, Zambales, Filipina, Minggu siang.
Asean chess ini berbeda dengan catur tradisional. Terutama, dalam pergerakan kuda dan menteri. Asean chess mengadaptasi aturan main catur Thailand. Dalam pertandingan sebanyak 9 babak, tim Indonesia yang terdiri dari Ervan dan satu atlet lainnya, Dede Lioe, menghadapi empat negara.
Yaitu, Filipina, Thailand, Myanmar dan Vietnam. Atlet catur wakil Vietnam, Wynn Zaw Htun, meraih medali perunggu, setelah mengumpulkan 5,5 poin dari sembilan babak. Sebenarnya poin yang dikumpulkan pecatur Vietnam itu, sama dengan poin pecatur Indonesia Dede Lioe. Tapi dari sisi rangking, Dede kalah dari Wynn Zaw Htun.
 “Ada babak saya draw, ada yang menang, tapi saya hanya kalah sekali dari Thailand itu,” jelas pemuda 27 tahun ini.
Pecatur yang menyandang gelar FIDE Master ini menyebut, perjuangan untuk bisa mendapatkan perak, sangat ketat. Tapi, sejak awal pecatur kelahiran Probolinggo itu, sangat optimis bisa mempersembahkan medali.
Karena, dia mempercayai hasil training center tim catur Jawa Timur. Selama dua bulan di Batu, TC tim catur Jawa Timur, sangat intensif. Terutama, mempelajari aturan main Asean chess. Dengan latihan yang disiplin dan kerja keras inilah, Ervan memiliki kepercayaan diri untuk meraih hasil positif di negeri orang.
''Sangat yakin. Melihat peta kekuatan pecatur di Asia Tenggara, saya yakin bisa dapat medali,'' tambah Ervan.
Berdasarkan pemeringkatan FIDE, Ervan menempati urutan 12 dari 100 pecatur Indonesia. Rating Ervan 2.354. Sedangkan rating tertinggi diduduki Grand Master Susanto Megaranto (2.516).
Sebelum meraih medali perak ini, Ervan sejatinya sudah pernah mengikuti SEA Games tahun 2013 Myanmar, dan meraih dua medali perak. Bedanya, tahun ini atlet catur hanya boleh terjun di satu nomor. Sementara, tahun 2013 lalu, satu atlet catur bisa mengikuti nomor yang berbeda-beda.
“Makanya saya fokus dan bekerja keras untuk meraih medali ini. Karena, satu atlet catur hanya bisa turun di satu nomor saja. Beda dengan SEA Games Myanmar dulu, saya turun di tiga nomor, dapat dua perak di nomor perorangan dan beregu catur tradisional Myanmar,” papar pria domisili Betek, Jalan Mayjen Panjaitan itu.
Pria penghobi bulutangkis ini menjelaskan, kecintaannya terhadap dunia catur, berawal dari poskamling di kampungnya di Probolinggo. Saat ada petugas jaga poskamling main catur, Ervan ikut menonton. Karena merasa permainan catur ini menarik, Ervan akhirnya mencoba ikut bermain.
“Dari situ, orang tua saya tahu kalau saya suka catur, dan didukung. Kebetulan, ayah saya juga sangat suka catur, walaupun bukan atlet, tapi hobinya catur, dan tahu cara bermain. Dari sini, saya terus belajar catur, sampai akhirnya tiba di SEA Games ini dan dapat perak,” terang putra bungsu dari Suparjo dan Hasanah ini.
Dia mempersembahkan gelar medali perak di nomor catur SEA Games ini, kepada Indonesia, kedua orangtuanya, dan tentu saja untuk IKIP Budi Utomo yang sudah memberikan dukungan kepadanya sebagai atlet catur. Rektor IBU, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi, sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan Ervan.
Karena tidak saja membanggakan almamater. Tapi juga Indonesia. ''Jelas kami sangat bangga. Wajar kalau kami langsung menyiapkan berbagai penghargaan. Yang pasti bea siswa untuk Ervan. Termasuk penghargaan dalam bentuk yang lain. Semoga prestasi Ervan, memantik mahasiswa lain, untuk meraih prestasi yang lain. Lewat kemampuan masing-masing,'' tandas Nurcholis.(Fino Yudistira/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Fino






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...