Mahasiswa Harus Berkhidmat untuk Bangsanya | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Sep 2019, dibaca : 451 , Rosida, mp

MALANG - Membekali para mahasiswa baru 2019/2020 dalam mengawali studi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Kuliah Umum Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Bertempat di Hall Dome UMM, acara menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nasir, MSi, Senin (2/9).
Dalam paparannya, Haedar menyampaikan bahwa kehadiran Muhammadiyah bertujuan untuk mencerdaskan, memajukan dan mencerahkan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Untuk itu, lanjutnya mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah hendaknya tidak hanya sekedar menjadi mahasiswa formal.
“Tetapi juga mampu menjadi mahasiswa yang betul-betul punya karakter sebagai calon-calon intelektual, calon-calon cendekia, bahkan calon-calon ulil albab yang bisa menjadi kekuatan pencerah, baik untuk diri sendiri, keluarga, umat, bangsa dan kemanusiaan semesta,” ujarnya di hadapan 7611 maba dirilis Humas UMM.
Ia lalu membeberkan perananan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang pada usia muda memiliki peranan besar dalam memajukan bangsa. Mereka adalah KH. Ahmad Dahlan, Ir. Djuanda dan Jendral Sudirman. Mengawali perjuangan sebagai anak-anak muda yang cerdas dan tercerahkan, ketiganya kemudian hadir menjadi tokoh bangsa yang berperan besar dalam kemerdekaan dan membangun Indonesia.
“Mahasiswa harus belajar dari tokoh-tokoh tersebut dan menatap masa depan untuk menjadi orang-orang yang bermakna bagi kehidupan. Karena,  orang terbaik di mata Islam adalah mereka yang memberi manfaat untuk orang lain,” sebutnya.
Untuk menjadi mahasiswa yang berkarakter dan bermanfaat bagi orang lain, Haedar berpesan agar terus menempa diri. Ia  juga meminta para mahasiswa untuk terus menjaga tradisi literasi. “Iqra’ yang kekuatannya tidak hanya terpancar ke langit, tetapi ilmunya memancarkan sinar kemajuan ke seluruh alam semesta,” tandasnya.
Haedar pun berpesan agar para mahasiswa baru UMM nantinya menjadi pemimpin-pemimpin besar yang meneruskan tradisi UMM dalam melahirkan pemimpin-pemimpin besar.
“Generasi emas harus lahir, satu di antaranya adalah mahasiswa yang mau berkhidmat memajukan, mencerdasakan dan mencerahkan bangsanya tanpa pamrih. Jika kalian jadi tokoh, jangan mementingkan diri sendiri, kelompok sendiri, tetapi perhatikan dan perjuangkan kepentingan umat bangsa bahkan kemanusiaan universal. Itulah semangat Muhammadiyah dan Islam rahmatan lil alamin,” tuturnya.
Di akhir Haedar mengingatkan agar para mahasiswa baru selalu semangat dalam berjuang, tidak lelah bekerja keras untuk membawa membawa kebaikan bagi masyarakat luas.
“Masa depan itu milik orang-orang yang mau berjuang, di kala kalian ada di tengah kemudahan, saya percaya kalian bisa berjuang, sukses lebih baik lagi. Semuanya tergantung pada kemauan, kesungguhan, kerja keras dan selalu berbuat baik pada orang tua, dosen, guru dan orang yang kita tuakan. Sekaligus juga selalu berkhidmat untuk memajukan, mencerahkan dan mencerdaskan umat bangsa dan kemanusiaan universal sebagai wujud dari peran rahmatan lil alamin,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua Badan Pembina Harian UMM yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. (oci)



Loading...