Mahasiswa Geruduk Polres Malang Kota | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 28 Sep 2019, dibaca : 1056 , bagus, sisca

MALANG - sekitar 50 mahasiswa-mahasiswi mendatangi Markas Polres Malang Kota kemarin siang. Mereka berorasi dan melakukan aksi di depan markas polisi dengan membawa tuntutan atas aksi kekerasan yang diterima kawan-kawan mahasiswa sebelumnya,
Massa aksi yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang ini menyampaikan aspirasi mereka terhadap kejadian jatuhnya nyawa mahasiswa sebagai korban tewas dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Sulawesi belum lama ini.
"Aparat telah gagal dalam mengawal keamanan demokrasi dan demonstrasi!" seru orator saat menyampaikan orasinya.
Beberapa opini yang disampaikan juga melibatkan kekecewaan mahasiswa dalam sikap kepolisian yang dianggap begitu represif.
Massa aksi juga meminta ruang untuk melakukan salat gaib. Dan hal ini disambut pihak kepolisian yang kemudian juga turut bergabung melaksanakan Salat Gaib bersama puluhan mahasiswa mahasiswi.
Kurang lebih 10 menit salat, orasi dilanjutkan kembali. Kali ini lebih serius karena mereka membeberkan lima tuntutan kepada pihak kepolisian.
Ketua Umum PC IMM Malang Raya Irsyad Majid menjabarkan. Ia mengatakan memberikan waktu pada Polri untuk dalam waktu 2x24 jam pihak kepolisian harus melakukan investigasi dan mencari tahu siapa dalang di balik peristiwa meninggalnya Immawan La Randi, yang juga seorang kader IMM.
“Lalu melakukan konferensi pers terbuka pada publik terkait kematian Immawan dan mengambil tanggungjawab konstitusional untuk menyelesaikan kasus,” tegasnya.
Kemudian Polri juga diminta untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap proses pengendalian massa yang telah memakan banyak korban. Dan jika dalam waktu 2x24 jam belum diperoleh hasil signifikan maka IMM akan menuntut Kapolri, Kapolda Sulawesi Tenggara, Kapolres Kota Kendari agar mengundurkan diri.
Selain itu Irsyad juga menjelaskan bahwa IMM di seluruh Indonesia meminta pimpinan Muhammadiyah untuk membentuk tim investigasi independen untuk melakukan advokasi kasus tersebut.
Sementara itu Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander yang langsung menerima massa aksi mengatakan segala proses sudah dijalankan Polri terkait apa yang menjadi tuntutan massa aksi.
“Untuk hal tersebut, yakinlah dan percayakanlah pada hukum yang berlaku,” tegasnya menanggapi tuntutan massa yang menginginkan kasus kematian mahasiswa demonstran diselesaikan dengan sesegera mungkin.
Untuk itu pula, Dony mengungkapkan belasungkawanya kepada korban jiwa dalam demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah termasuk yang meninggal di Sulawesi. Ia pun mengatakan terimakasih pada massa aksi di Malang yang tidak pernah berhenti menyalurkan aspirasi.
Ia menambahkan kepolisian akan tetap mengawal sesuai prosedural dan aturan yang berlaku.(tea/ica/ary)



Loading...