Mahasiswa Berkarakter Dicari Dunia Kerja | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 555 , rosi, asa

DIGEMBLENG: Penguatan pendidikan karakter mahasiswa Polinema, dalam rangka menciptakan generasi milenial yang beradab.

MALANG-Pengikisan karakter disebut menjadi persoalan besar yang dihadapi oleh generasi milenial. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), yang menilai bahwa karakter merupakan soft skill yang jauh lebih penting dibanding kepintaran. 
"Dari beberapa konsultan bidang perekrutan, mereka selalu bilang anak pintar gampang. Karena begitu cerdasnya tapi karakternya memprihatinkan. Padahal itu softskill yang jadi salah satu yang paling dipentingkan ketika terserap di dunia kerja," ungkapnya usai memberikan sambutan pada Seminar Nasional 'penguatan pendidikan karakter mahasiswa dalam rangka menciptakan generasi milenial yang beradab' di Auditorium Gedung Teknik Sipil Polinema, Kamis (19/9).
Untuk itu, dijelaskannya bahwa Polinema kali ini berupaya untuk memperkuat softskill mahasiswa sebagai elemen generasi milenial melalui pendidikan karakter. Polinema menghadirkan sejumlah pakar di bidang terkait pendidikan karakter, salah satunya ialah Staff Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Marsda TNI Dr. Bambang Eko Suhariyanto, S.H, M.H.
Menurut Dr. Bambang, generasi milenial saat ini sangat rentan akan berbagai ancaman. Termasuk di dalamnya ialah kejahatan siber, narkoba hingga radikalisme. Ancaman tersebut sangat menjadi sangat berisiko, apabila karakter mahasiswa tidak sesuai. Untuk itu, para mahasiswa harus dibekali dengan wawasan yang cukup dalam menghadapi berbagai ancaman tersebut.
"Ancaman-ancaman terhadap generasi muda sangat nyata. Jadi kalau misalnya kita lalai mengahadapi itu risikonya besar sekali terhadap negara. Tapi saya pikir generasi muda terutama mahasiswa sudah dibekali dengan kecerdasan yang luar biasa dan mampu menyikapinya," terangnya.
Sementara itu, Kepala Mata Kuliah Umum (MKU) Polinema, Hairus Sandy, S.H M.H menyebut bahwa pendidikan karakter menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir berbagai pengaruh negatif terhadap mahasiswa sebagai generasi milenial. Salah satunya juga melalui pemberian pemahaman terkait sikap anti penyebaran berita hoax.
"Makanya kita memberikan pendidikan karakter melalui seminar nasional kali ini, agar mereka dapat meminimalisir pengaruh negatif. Seperti tidak boleh ikut-ikutan menyebar luaskan berita hoax sebagai manusia yang beradab," ungkapnya. (asa/oci)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...