Lulusan Terbaik Unidha Kenalkan Belajar Mudah Matematika | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 30 Agu 2019, dibaca : 783 , Rosida, agiem

MALANG - Terapkan metode Inquiry Learning untuk mempermudah pembelajaran matematika di tingkat SMP, mahasiswa Prodi Matematika angkatan tahun 2015 ini jadi lulusan terbaik jenjang S1 Universitas Wisnuwardhana Malang (Unidha) tahun ajaran 2018/2019. Adalah Darwin Arisandi, yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 melalui tugas akhirnya yang disusun langsung di tempat ia mengajar.
"Lulusan terbaik kali ini istimewa karena berasal dari prodi matematika, lebih sulit tapi justru mampu jadi yang terbaik," ungkap Rektor Unidha Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H, M.H ketika ditemui Malang Post di ruangannya, Jumat (30/8).
Sejak menempuh studi di prodi Matematika Universitas Wisnuwardhana, pria yang akrab disapa Darwin ternyata juga sekaligus mengajar di SMP Daarul Ukhuwwah Malang pada mata pelajaran matematika. Menjelang akhir masa studinya, Darwin memutuskan untuk mengambil studi kasus ditempatnya mengajar sebagai bahan penelitian skripsinya.
"Saya coba terapkan metode inquiry learning untuk kelas VII, ternyata hasilnya sangat memuaskan. Lewat metode ini bahkan mereka malah bisa menemukan rumus sendiri dan memecahkan persoalan pembelajaran," kata Darwin.
Metode inquiry learning yang diterapkannya ialah dalam bentuk pengelompokkan pembelajaran terhadap siswa untuk saling sharing dalam mengerjakan soal. Kemudian siswa tersebut selanjutnya kembali dituntut untuk mengerjakan soal secara individu. Melalui metode tersebut, ternyata siswa dapat mengevaluasi pelajaran yang didapat dengan sendirinya.
"Selain saya terapkan untuk studi kasus penelitian pada kelas VII kurang lebih terhadap 132 siswa, saya terapkan juga pada  kelas IX yang memang saya ajar. Hasilnya juga sangat bagus, nilai Ujian Nasional mereka bahkan ada beberapa yang sempurna," lanjut pria yang memiliki garis keturunan Belanda dari sang Ibu ini.
Menurutnya, metode tersebut sangat tepat diterapkan di SMP Daarul Ukhuwwah yang berbasis pondok atau asrama yang telah memilki banyak aktifitas di luar kelas. Sebab para siswa umumnya akan merasa bosan ketika menempuh pelajaran di kelas. Metode inquiry learning disebut juga dapat meningkatkan motivasi dari siswa maupun guru.
Darwin menambahkan bahwa selama ini ia tak menemukan kesulitan membagi waktunya antara menyelesaikan studi dengan mengajar di sekolah. Justru menurutnya, kedua bidang tersebut dapat menunjang satu sama lain dan mampu meningkatkan kapasitas kompetensinya.
Selain Darwin, juga ada Akhmad Fathoni yang menjadi lulusan terbaik Unidha jenjang S2 yang telah berprofesi sebagai perawat namun berhasil meraih IPK nyaris sempurna yakni 3.98 pada prodi Magister Manajemen. Fathoni sebelumnya telah menyelesaikan studi jenjang D3 di Poltekkes Malang dan jenjang S1 di prodi Psikologi Unidha.
"Sejak awal komitmen awal saya adalah mengembangkan kapasitas diri. Selama menjadi perawat saya tidak terlau sulit membagi waktu. Karena sistem kerjan sift dengat perawat lain. Rencana selanjutnya setelah ini studi S3 di Universitas Brawijaya," ujar Fathoni.
Sementara itu, Unidha akan mengukuhkan 1.262 lulusan dalam prosesi wisuda yang akan digelar pada Sabtu (31/8). Pada prosesi tersebut akan diisi oleh orasi ilmiah dari akademisi Fakultas Hukum Unidha yakni Dr. Bambang Winarno, SH. MS, yang akan mengusung topik terkait dengan 'Hukum di Era Revolusi Industri 4.0”. (mg3/oci)



Loading...