Malang Post - Lomba Bulan Kitab Suci Nasional, Ajak Anak Pahami Kitab Suci

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Lomba Bulan Kitab Suci Nasional, Ajak Anak Pahami Kitab Suci

Senin, 30 Sep 2019

MALANG - Lomba Bulan Kitab Suci Nasional kembali sukses digelar untuk ketiga kalinya. Kali ini pesertanya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan melibatkan siswa SMA/SMK, jumlah peserta lomba mencapai 300 siswa.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, lomba Bulan Kitab Suci mempertemukan siswa-siswi Katolik mulai SD sampai SMA/SMK. Tahun ini, lomba digelar di SMPK Kolese Santo Yusup 1.
Perlombaan yang digelar antara lain untuk kategori SD lomba baca kitab, mazmur dan mewarna. Untuk peserta SMP ada lomba mazmur dan kuis. Sedangkan untuk SMA, lomba bertutur kitab suci dan renungan digital.

Ketua Pelaksana, Adi Tri Sula, S.Ag., mengatakan, bertutur kitab suci merupakan lomba yang baru digelar, karena di tahun sebelumnya belum pernah dicantumkan. Di lomba  bertutur kitab suci, peserta menyampaikan  materi dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang pada materinya disesuaikan dengan bacaan di Minggu ke 24.
"Disampaikannya dengan logat anak anak dengan cerita atau kisah-kisah," ujarnya.
Materi dari semua mata lomba seputar tentang kitab suci. Dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman anak-anak akan sabda Yesus serta seputar tentang gereja.
"Kami berharap anak-anak memahami dan mencoba untuk mengaktualisasikannya dalam hidup sehari-hari," ucap guru SMAN 1 Singosari ini.
Penyelenggara Katolik Kankemenag Kabupaten Malang, Drs. I.J. Wartohadi, M.Th., berharap lomba Bulan Kitab Suci terus terlaksana dengan konsisten. Para guru Pendidikan Agama Katolik juga harus terlibat langsung dan mengambil peran terhadap terselenggaranya lomba.
"Karena ini penting untuk pendidikan anak, sebagai upaya penguatan ilmu mereka tentang agama yang dianut," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, M.M., mengaku senang dengan terselenggaranya lomba Bulan Kitab Suci. Ia merasa mendapat informasi baru, bahwa di Agama Katolik juga ada lomba khusus memperdalam ilmu agama. "Saya kira sama seperti di Agama Islam, di Agama Katolik juga ada lomba-lomba keagamaan," ujarnya kepada Malang Post.
Zubaidah menambahkan, dalam penguatan pendidikan karakter, nilai-nilai religius menjadi pondasi utama. Sebelum pada penguatan akademik, karakter harus diutamakan. Salah satunya dengan mendekatkan anak pada kitab suci mereka. "Ini penting untuk dikembangkan, kami dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi kegiatan ini," tukasnya. (imm/oci)

Editor : rosida
Penulis : imam

  Berita Lainnya





Loading...