Lion Air Dukung Jurusan Baru Polinema | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 17 Okt 2019, dibaca : 981 , rosi, asa

KERJA SAMA: CEO Lion Air Edward Sirait (kiri) bersama Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan, M.T, M.M (kanan) usai menandatangani perjanjian kerja sama.

MALANG- Politeknik Negeri Malang (Polinema) tengah menunggu turunnya surat izin pendirian jurusan baru. Yakni Teknik Perawatan Pesawat Udara (TPPU) dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti). Pembukaan jurusan baru tersebut disesuaikan dengan kebutuhan industri terkait, untuk penambahan jumlah tenaga kerja. 
Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan, M.T, M.M menyebut bahwa izin tersebut kemungkinan akan dikeluarkan pada tahun ini.
"Izin dari Kemristek Dikti tahun ini keluar untuk jurusan Teknik Perawatan Pesawat Udara," ungkapnya.
Selain itu, sejak tahun lalu, Polinema sudah menyiapkan hangar atau struktur ruangan tertutup untuk menyimpan pesawat. Hangar tersebut dirancang untuk mampu menampung tiga pesawat sekaligus. 
Meskipun saat ini Polinema sendiri juga sudah memiliki Kelas Kerjasama Garuda Maintenance (GMF) yang berkaitan dengan perawatan pesawat udara. Namun cakupan serapannya sendiri tentu masih terbatas dengan PT Garuda Indonesia.
Tak hanya jurusan TPPU, sejak tahun 2018, Polinema juga telah merencanakan untuk mendirikan sekolah pramugari. Rencananya sekolah pramugari tersebut tidak didirikan untuk jenjang Diploma 1 (D1), namun direncanakan untuk jenjang Diploma 3 (D3). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para pramugari. 
"Sejak tahun kemarin kita ingin mendirikan sekolah pramugari yang tidak hanya D1, tapi D3. Jadi harus izin dari Kementerian Perhubungan juga" lanjutnya.
Namun demikian, Polinema mengambil langkah awal terlebih dahulu dengan menjalin kerjasama dengan maskapai. Tujuannya adalah untuk menyerap lulusan sekolah pramugari yang nantinya akan didirikan. 
Kali ini, Polinema memperkuat kerjasama dengan Lion Air melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang langsung dilakukan bersama CEO Lion Air, Edward Sirait.
"Kita sebetulnya juga punya Politeknik sendiri yaitu Kirana Angkasa Politeknik. Tapi itu tetap saja tidak cukup memenuhi kebutuhan tenaga kerja," kata Edward Sirait usai memberikan motivasi profesional karir dan menandatangani MoU di Gedung Pertamina Polinema, Rabu (16/10). (asa/oci)



Minggu, 17 Nov 2019

Buruh Tolak UMK dan UMP 2020

Minggu, 17 Nov 2019

Agama Angka

Loading...