MalangPost | Lintasan Liar di Ciptomulyo Ditutup

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Lintasan Liar di Ciptomulyo Ditutup

Sabtu, 29 Feb 2020, Dibaca : 1335 Kali

MALANG - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya resmi menutup perlintasan liar yang terletak di Gang Dahlia, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (28/2). Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan yang membahayakan keselamatan warga.
Sejak pagi, tim dari PT. KAI (Persero) Daop 8 Surabaya telah melakukan pembongkaran akses jalan di perlintasan rel. Hal tersebut juga disaksikan oleh waega sekitar, jajaran Koramil dan Polsek Sukun.

   Baca juga : Adik Kakak Tewas Dihantam Malioboro Ekspres


Manager Humas PT. KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto menjelaskan, penutupan lintasan liar tersebut dilakukan pada KM 52 + 3/4 petak jalan antara Stasiun Kota Lama - Stasiun Pakisaji. Sebab, perlintasan liar tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat.
"Apalagi, pada Rabu (26/2) terjadi kecelakaan. Dua orang pengendara motor terserempet kereta yang melintas. Sehingga, terpental dan meninggal dunia," terang dia.
Suprapto menjelaskan, penutupan perlintasan tersebut dilakukan secara permanen. Pihaknya telah memasang besi pembatas agar tidak bisa digunakan lagi oleh masyarakat.
"Setelah kami bongkar jalan semen yang ada di lintasan liar, kami memasang patok di pinggir rel dan diberi portal yang dipaten mati," tegas dia.


Pada kesempatan tersebut, Suprapto menjelaskan, sejauh ini, di wilayah kerja PT. KAI Daop 8 Surabaya, yang meliputi Bojonegoro-Surabaya-Mojokerto-Sidoarjo-Bangil-Malang, memikiki 563 titik perlintasan kereta.
"Dari 563 titik perlintasan, 132 titik dijaga oleh petugas PT. KAI, 33 titik dijaga pihak swasta, 368 titik perlintasan tidak terjaga dan 30 titik perlintasan sudah dibuat fly over atau under pass," papar dia.
Ke depan, pihaknya akan berencana untuk menutup semua titik perlintasan kereta api liar.
"Secara bertahap, pihak PT KAI Daop 8 akan menutup perlintasan liar di wilayahnya. Dan kita berharap masyarakat tidak lagi memanfaatkan perlintasan kereta api liar," beber dia.


Sementara itu, Camat Sukun, I Ketut Widi Eka Wirawan mendukung langkah positif yang telah dilakukan PT. KAI Daop 8 untuk menjaga keselamatan warganya.
"Warga sekitar banyak yang mendukung dan tidak ada gejolak. Apalagi ini hal positif, tidak melanggar dan membahayakan masyarakat," jelas dia.
Dia berharap, dengan ditutup secara permanen, tidak ada lagi masyarakat yang melanggar aturan. "Sehingga, tidak terjadi kecelakaan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika berkendara," tandas dia.(tea/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Amanda Egatya