Lima Tahun Mangkrak, Pemdes Revitalisasi Pasar Mojorejo | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 17 Jan 2020,

BATU - Pasar Mojorejo di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo yang mangkrak selama lima tahun bakal direvitalisasi. Anggarannya sudah disiapkan sebesar Rp 100 juta. Program ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi warga sekaligus ikon baru.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Mojorejo, Rujito. Ia memprioritaskan revitalisasi Pasar Mojorejo tahun 2020 ini lantaran sejak lama tak difungsikan. Harapannya, pasar tersebut bisa menjadi destinasi baru tempat oleh-oleh yang diisi oleh pelaku UMKM di Desa Mojorejo.
"Anggaran revitalisasi Pasar Mojorejo sekitar Rp 100 juta. Sumber anggarannya dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2020," jelas Rujito kepada Malang Post, Jumat (17/1) .
Dari jumlah anggaran tersebut, nantinya revitalisasi pasar yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno itu  berupa perbaikan bangunan. Juga dilakukan penambahan fasilitas-fasilitas umum seperti tempat istirahat dan kamar mandi untuk wisatawan.
Dengan kondisi sekitar pasar yang sudah ramai, seperti ada banyak rumah makan, Rujito optimis Pasar Mojorejo bakal menumbuhkan perekonomian warga.  "Untuk Pasar Mojorejo yang akan direvitalisasi ada 14 stand. Nantinya bisa diisi oleh warga dengan pengelolaan oleh Bumdes," beber dia.
Ia menambahkan, pembenahan fasilitas di pasar tersebut memang diprioritaskan. Mengingat  Desa Mojorejo tidak memiliki potensi wisata alam seperti desa-desa lainnya di Kota Batu.
"Sebagai desa yang menjadi pintu masuk ke Kota Batu,  kami fokus membenahi akses-akses yang ada dan lengkapi dengan fasilitas penunjang,” kata Rujito.
Ia menambahkan, untuk produk yang menjadi ikon di antaranya kerajinan kayu dan berbagai macam olahan keripik. Serta fokus untuk pengemasan produk-produk UMKM agar layak jual dan bernilai tinggi.
Untuk diketahui Pasar Mojorejo seluas 644 meter persegi di Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo dibangun pada tahun 2013. Pembangunannya menggunakan anggaran
sebesar Rp 828 juta. Sumber dana tersebut berasal dari kerjasama Pemkot Batu melalui Diskumdag dengan Kementerian Perdagangan.
Namun usai diresmikan tahun 2014, pedagang yang menempati pasar tersebut angkat kaki. Kala itu alasannya pasar sepi. Semenjak tahun 2015, pasar tersebut tidak berfungsi dan mangkrak hingga saat ini. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...