MalangPost - Liga 1 2020 Berlanjut, Klub Nantikan Keputusan Terkait Gaji

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Liga 1 2020 Berlanjut, Klub Nantikan Keputusan Terkait Gaji

Jumat, 05 Jun 2020, Dibaca : 3174 Kali

MALANG – Arema FC kini mempersiapkan diri untuk renegosiasi (negosiasi ulang) kontrak dengan pemain dan tim pelatihnya. Hal ini dilakukan untuk pemulihan keuangan klub ketika mulai berkompetisi di Liga 1 2020, yang rencananya akan dilanjutkan mulai September. Selain itu, tim Singo Edan tengah menunggu keputusan PSSI, mengenai kejelasan gaji bagi komponen tim di bulan Juli, dengan status darurat yang hanya berlangsung sampai medio Juni ini.


Ketika PSSI memutuskan menghentikan kompetisi Liga 1 2020, setiap klub diberikan kewajiban minimal memberikan gaji sebesar 25 persen, antara Maret sampai Juni. Nah, praktis bila kompetisi berlanjut September, besar kemungkinan setiap tim mulai berlatih sekitar Agustus.
“Pertanyaannya, status bulan Juli bagaimana? Apakah masih bisa menggaji pemain sebesar 25 persen?,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.


Menurutnya, antara Maret sampai Juni, Arema FC memutuskan untuk membayar gaji pemain sebesar 25 persen. Beberapa klub Liga 1 pun demikian.
“Sudah menjadi pembahasan umum, ketika subsidi naik, ada renegosiasi kontrak untuk pemain dan pelatih. Secara informal sih sudah ngobrol dan ada titik temu besarannya,” terang pria asal Madiun tersebut.


Bocorannya, klub bisa melakukan renegosiasi kontrak dan memberikan gaji antara 50-60 persen dari kontrak awal. Sekalipun, PSSI sudah mewacanakan kenaikan dana komersil ketika kompetisi berlanjut. Dari awalnya Rp 520 juta menjadi Rp 800 juta.
“PSSI juga sudah berkomunikasi dengan APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia) dan APSSI (Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia). Ini nanti untuk menentukan, berapa besaran rasionalisasi kontrak ketika kompetisi berlanjut. Klub sih pesan sekitar 50 persen,” jelas dia.


Menurut dia, renegosiasi kontrak itu semangatnya adalah mengembalikan industri sepak bola setelah terhenti. Apalagi, di tengah kondisi wabah Covid-19, dia tidak mengelak, klub juga terdampak.
“Dalam keadaan normal saja, kalau bagi Arema dana komersil sebesar Rp 800 juta itu juga masih kurang. Tapi ini semangatnya memulihkan sepak bola dan ekonominya. Ada klub yang ditinggal sponsor dan nanti juga belum diketahui, ada penonton atau tidak, besarannya juga seperti apa,” jelas dia panjang lebar.


Ruddy menyampaikan, sudah menyampaikan renegosiasi kontrak ini secara informal kepada para pemain. Ia yakin, pemain juga menyadari kondisi saat ini.
“Ada beberapa pemain lokal, yang sudah kami beritahu secara lisan. Begitu juga beberapa pemain asing yang masih di Malang dan pelatih, sudah kami sampaikan ke agennya. Ada yang menjawab, great and clear,” tuturnya. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi