MalangPost - Liburan Sekolah, Belajar di Arena Bermain

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Liburan Sekolah, Belajar di Arena Bermain

Minggu, 28 Jun 2020, Dibaca : 1536 Kali

MALANG – Bukan pekerjaan mudah, menggeser pembelajaran tatap muka di kelas, menjadi tatap muka secara virtual. Pemerintah, memberlakukan model belajar secara daring. Termasuk melalui siaran TV. Realitanya, tidak semua siswa mampu mengikuti pembelajaran daring. Kendala jaringan, bahkan tidak memiliki gawai, menjadi penyebab.

Dalam kondisi tersebut, MTsN 6 Malang memiliki strategi khusus. Untuk memberikan

kemudahan dan kenyaman pada siswa. Yakni dengan program Anjangsana Edukasi Selama Pandemi Corona.

 

Strategi ini terfokus agar anak-anak tetap sehat dan senang dalam belajar, selama pandemi corona. Tetapi keberlangsungan proses belajar, tetap terjaga. Termasuk mendorong anak-anak agar tetap tenang, untuk menerima informasi yang memadai. Berbicara yang menguatkan, dengan solusi simpel yang membantu. Indikator keberhasilannya, cukup  anak senyum bahagia.

‘’Program Anjangsana Edukasi Selama Pandemi Corona, merupakan layanan belajar siswa dengan cara mendatangi rumah siswa, tempat bermain atau saat olah raga di lapangan. Termasuk mendampingi belajar saat anak-anak membantu orang tua di warung atau di sawah,’’ ujar Sutirjo, Kepala MTsN 6 Malang.

 

Program tersebut, tambah dia, sudah dilakukan sejak sebelum pandemik. Memasuki liburan semester genap, layanan belajar juga tetap dilakukan. Siswa tetap dapat bermain dan membantu orang tua, tanpa meninggalkan belajar.

‘’Melalui anjangsana, diharapkan dapat menemukan sisi unik dari siswa yang tidak terduga. Percikan atau tetesan kreatif anak, pasti akan muncul tak terduga. Bersyukur jika itu semburan kreatif yang muncul belajar dikala pandamik,’’ tandas Sutirjo.

 

Selain itu, melalui progam tersebut, siswa diingatkan untuk tetap sehat dan gembira. Rindunya siswa dengan sekolah, tercermin dalam senyum mereka, saat belajar bersama guru yang datang langsung. Bahkan kehadiran guru tersebut, bisa mendukung siswa, untuk selalu merasa nyaman.

‘’Siswa juga diingatkan untuk tetap waspada dan disiplin, mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi corona. Budaya hidup sehat melalui perilaku merawat diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Meningkatkan aktivitas positif, motivasi, apresiasi, diskusi ringan bersama keluarga, cukup istirahat dan konsumsi nutrisi sehat,’’ paparnya.

 

Diharapkan anak-anak tetap bergerak aktif, dengan mengoptimalkan apa yang ada di rumah. Naik turun tangga, bermain lompat tali, dan peregangan walau hanya beberapa menit, layak untuk dilakukan, agar tubuh tetap bugar dan belajar antusias. Menjaga tubuh tetap bugar  sangat penting selain kesehatan mental.

Tiga tindakn utama yang diingatkan pada anak-anak yang selalu ditanamkan dalam diri anak yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan tetap jaga jarak aman.

Layanan belajar di kala pandemik dengan mendatangi siswa di manapun mereka berada, mendapat respon positif dari siswa. Seperti diungkap Alvin, kelas 8B MTsN 6 Malang, yang sedang bermain bola.

‘’Suka dengan belajar di lapangan bersama Ibu Laeli. Sudah lama tidak belajar tatap muka. Alhamdulillah rindu  terobati walaupun hanya sesaat,’’ katanya.

 

Begitu juga respon orang tua. Mereka  merasa terbantu dengan layanan belajar datang langsung ke lokasi. ‘’Program ini sangat membantu anak saya. Selain bisa membantu berjualan di warung, anak saya juga masih tetap bisa belajar,’’ tutur orang tua Farza, siswa MTsN 6 lainnya. (jof/avi)

Editor : Sunaviv
Penulis : Jofan