Leopard di Darat, Mistral Atasi Serangan Udara

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 3909 , bagus, fino

Sebagai divisi tempur darat andalan NKRI, Kostrad dipersenjatai kendaraan tempur yang canggih dan berfungsi memaksimalkan peran prajurit yang turun ke medan perang. Divif 2 Kostrad, memiliki kendaraan canggih dan tangguh untuk menjadi garda bantuan tempur (banpur) dalam melawan musuh.
Contohnya, tank Leopard 2 RI dan 2A4 yang kini berkandang di Yonkav 8 Tank/Divif 2 Kostrad. Dengan karakteristik mesin MTU 12 silinder mesin diesel MB, kendaraan tempur ini bertenaga 1500 PS, bertransmisi hidro dan kontrol mekanis, serta berkapasitas BBM sampai 1160 liter.
Kendaraan tempur seberat 55,15 ton tersebut, memiliki kecepatan hingga 68 kilometer per jam, dan kecepatan mundur 31 kilometer per jam. Kecepatan berputar 360 derajat, adalah 10 detik. Tank Leopard 2 dipersenjatai rheinmetall 120 mm smoothbore gun L/44 dengan dua senjata mesin GPMG.
Ada perbedaan antara Tank Leopard 2A4 dan 2 RI yang dimiliki oleh Divif 2 Kostrad. Tank Leopard 2 RI, ditambahi dengan dua kamera pemantau di bagian depan dan belakang, serta memiliki tambahan body armor. Tak hanya tank Leopard, bantuan tempur bagi para infanteri yang berjuang di darat, disupport penuh oleh kendaraan rudal mistral MPCV dan rudal mistral Atlas.
Kendaraan rudal ini berfungsi menjadi peralatan tempur anti udara. Ketika pasukan infanteri diancam serangan udara, rudal mistral MPCV dan rudal mistral Atlas dikerahkan. Kendaraan tempur ini mampu menyerang dan menghancurkan pesawat musuh. rudal mistral MPCV berkecepatan 2,5 mach, dengan senjata otomatis 12,7 mm.
Rudal ini dikendalikan remote kecepatan tembak 1.100 rotasi per menit. Jarak tembak maksimal 6000 meter dengan ketinggian 3000 meter. Rudal mistral MPCV memiliki multi shot kill probability sasaran pesawat udara lebih dari 75 persen, dengan tingkat akurasi sampai 99,8 persen.
Rudal mistral Atlas varian Komodo, dilengkapi radar canggih yang bisa mendeteksi 20 sasaran udara secara bersamaan. Lalu, untuk dukungan artileri jarak jauh yang menyapu musuh, Divif 2 Kostrad diperlengkapi dengan MRLS Astros.
Sistem persenjataan roket Astros, mendukung pertahanan multi launcher dan multi caliber, yang bisa menjangkau sasaran hingga jarak 300 kilometer jauhnya. Semua bantuan tempur ini, bertujuan memaksimalkan pergerakan infanteri TNI di medan perang.
Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto, membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan, perubahan dunia membawa dimensi dan metode peperangan baru. Dalam momentum HUT ke-74 TNI, Panglima TNI menyebut bahwa peperangan tak hanya beradu kekuatan militer, tapi juga perang informasi dan proxy.
“Konsep peperangan tak lagi terbatas teritorial. Perang siber, disertai perang informasi, tidak menghancurkan secara fisik, tapi merusak kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Filosofi perang konvensional dikaburkan, karena perang-perang ini terjadi di masa damai,” tandas Panglima TNI.
Karena itu, di luar penguatan persenjataan militer dan profesionalitas prajurit sebagai pasukan tempur, Panglima TNI memberi pesan moral penting yang membangun jiwa kebangsaan. Pertama, dia meminta seluruh prajurit di seluruh Indonesia, mengokohkan iman dan takwa kepada Tuhan.
Kedua, meningkatkan soliditas TNI serta memegang teguh nilai keprajuritan dan kemanunggalan dengan rakyat. Ketiga, meningkatkan kewaspadaan dan kualitas SDM dalam menghadapi tantangan dunia yang kompleks. Keempat, menyikapi kemajuan dengan bijak. Kelima, menjalani tugas dengan ikhlas untuk kepentingan tanah air.(fin/ary)



Minggu, 06 Okt 2019

Menunggu Bukti Atasi Banjir

Loading...