Lebih Hidup dengan Jalan-Jalan - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 654 , vandri, stenly

MENJALANKAN bisnis tidak menghalangi Miryo Ray memenuhi hobinya traveling. Di tengah kesibukan melayani permintaan pembuatan mahar hias dan seserahan, ia tetap memiliki waktu keliling Indonesia. Dia eksplorasi pulau dan keindahan alam yang dimiliki.
“Menurut saya, traveling itu bukan sekadar hobi, tetapi passion,” ujar Miryo, mengawali ceritanya. Wanita ramah ini mulai traveling sejak tahun 2016. Sedangkan dirinya suka eksplorasi tempat-tempat wisata sebenarnya mulai tahun 2012.
“Awalnya saya dulu magang di Kuala Lumpur. Lalu sering jalan-jalan di sana. Sejak itu suka traveling,” paparnya kepada Malang Post.
Saat ini minimal dua bulan sekali menjadwalkan traveling. Namun kadang disesuaikan pula dengan kondisi kerjaan di bisnisnya. “Saya merasa lebih hidup dengan jalan-jalan. Senang bisa bertemu dengan banyak orang baru, dengan berbagai latar belakang,” terang dia.
Miryo mengakui lebih suka untuk jelajah tempat wisata yang alami. Seperti ke pantai atau pulau. Ia tidak terlalu suka dengan jalan-jalan di kawasan perkotaan. “Yang utama saya melihat keindahan alam Indonesia yang luar biasa dan banyak lokasi yang alami,” tutur perempuan berusia 26 tahun itu.
Ia pun membagikan jejak perjalanan di Instagram pribadinya. Ratusan foto dengan dominasi pantai, air terjun dan desa tertentu ada dalam medsosnya tersebut. Ia merasa puas, dengan melihat keindahan alami di Indonesia yang diakui berbeda-beda serta unik.
Dari kisah travelingnya, Miryo memiliki beberapa lokasi yang tidak terlupakan. Misalnya ketika ke Toraja. Dia beruntung melihat upacara adat pemakaman di Toraja. “Upacara pemakaman di sana biayanya sangat mahal. Bahkan bisa dibilang lebih mahal dari biaya nikah,” kata warga Jalan Letjen  Sutoyo Kota Malang ini.
Selain itu menurut dia, Raja Ampat, Papua adalah salah satu tempat terindah yang pernah dilihat. Alamnya sangat sempurna dan menyejukkan mata. “Kita patut bersyukur dengan keindahan alam Indonesia ini,” ungkapnya.
Miryo mengakui masih penasaran dengan Labuan Bajo di Flores, NTT.  Sejak tahun 2012 sudah memiliki mimpi bisa berlibur ke sana. Namun dalam tiga tahun terakhir aktif travellng, selalu gagal mewujudkan keinginan tersebut.
“Ada saja kendalanya. Misalnya ada jadwal trip, namun pas pesanan mahar hias atau seserahan lagi banyak, atau kendala lain. Semoga bisa segera terwujud,” harapnya. (ley/van)  



Kamis, 21 Nov 2019

Serba Mandiri

Rabu, 20 Nov 2019

Bikin Bahagia dengan Masakan

Loading...