LBH LK-3M Siap Kawal Korban Pinjol | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 762 , halim, agung

SIAP ADVOKASI: Ketua LBH LK-3M, Agus Salim Ghozali, SH, ketika menerima pengaduan salah satu korban Pinjol.

MALANG - Lembaga Bantuan Hukum LK-3M (Lembaga Konsultasi dan Mediasi Masyarakat Marginal Malang) membuka Pos Pengaduan pinjaman online (Pinjol), bagi warga Malang yang menjadi korban penipuan. LBH LK-3M siap mengawal sampai tuntas tanpa meminta biaya alias gratis. Pos Pengaduan Pinjol ini dibuka sejak awal Agustus 2019 lalu.
"Pos Pengaduan Pinjol ini buka setiap hari. Masyarakat yang merasa menjadi korban Pinjol, silahkan datang dan mengadu ke kantor LBH LK-3M di Jalan Monginsidi Desa Mangunrejo Kepanjen," ucap Ketua LBH LK-3M, Agus Salim Ghozali, SH.
Menurutnya, Pos Pengaduan Pinjol ini dibuka oleh LBH LK-3M di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya ada di Solo, yang sudah menampung banyak korban Pinjol. Para korban Pinjol mengadu lantaran merasa tertipu.
"Untuk Malang sendiri, sejak kami buka awal Agustus, baru dua orang yang mengadu menjadi korban Pinjol. Semuanya adalah warga Kecamatan Kepanjen," ujarnya.
Dikatakan Agus, dua orang ini mengadu setelah menjadi korban penipuan. Mereka semula mengajukan pinjaman uang lewat Pinjol sebesar Rp 10 juta. Namun yang diterima tidak sama, dan mereka harus menanggung beban bunga pinjaman hingga mencapai Rp 90 juta.
"Para korban yang sudah mengadu, akan kami dampingi untuk membuat laporan ke Cyber Crime Polda Jatim. Kasusnya akan kami kawal sampai tuntas, tanpa ada pungutan biaya apapun," tuturnya.
Dijelaskannya, pengajuan Pinjol ini memang sangat mudah. Masyarakat yang mengajukan pinjaman hanya cukup menyetorkan foto KTP, KK serta foto diri tanpa ada jaminan. Peminjam hanya mengisi aplikasi, yang kemudian mengajukan pinjaman sebesar Rp 1 juta sampai Rp 150 juta.
Setelah mengisi aplikasi, peminjam akan langsung menerima uang melalui transfer ke rekening. Namun uang yang diterima tidak sama dengan pengajuan. Misalnya ketika meminjam Rp 1,2 juta, yang masuk ke rekening dan diterima hanya Rp 600 ribu.
Namun peminjam harus mengembalikan uang sesuai pengajuan. Ketika ada penunggakan pembayaran, akan dikenakan bunga sebesar 3 - 5 persen. Dan bunga tersebut terus meningkat.
"Bahkan saat telat membayar, pemberi pinjaman ini akan langsung menghubungi nomor semua orang yang ada dalam kontak person para korban. Sehingga jelas bahwa Pinjol ini melanggar Undang-undang ITE. Kasus Pinjol ini pun sempat viral karena banyak masyarakat yang menjadi korbannya," paparnya.(agp/lim)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...