Malang Post - Lawan Sepuluh Pemain, Persebaya Jawara Piala Gubernur Jatim 2020

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Lawan Sepuluh Pemain, Persebaya Jawara Piala Gubernur Jatim 2020

Kamis, 20 Feb 2020

SIDOARJO - Persebaya Surabaya berhasil menang telak 4-1 atas Persija Jakarta dan menjadi juara Piala Gubernur Jatim 2020. Pertandingan yang digelar di di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (20/2), Macan Kemayoran mengawali laga dengan sial.  Pasalnya, mereka harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang didapat Ryuji Utomo di awal babak pertama.
Gol-gol Persebaya dicetak oleh Oktafianus Fernando, Makan Konate, Ricky Kambuaya, dan Mahmoud Eid. Di sisi lain gol Persija Jakarta diciptakan oleh Marko Simic.
Persebaya Surabaya langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Tekanan langsung dibangun oleh tim asuhan Aji Santoso itu sejak menit pertama pertandingan. Hasilnya langsung berbuah pada menit ketiga. Oktafianus Fernando berhasil menceploskan bola ke gawang Persija yang dikawal Shahar Ginanjar setelah mendapatkan umpan silang dari Makan Konate.
Tertinggal lebih dulu membuat pelatih Persija, Sergio Farias, membuat keputusan untuk menarik Adrianus Dwiki saat laga baru berjalan 10 menit. Farias memasukkan Novri Setiawan untuk bisa menambah daya gedor serangan lewat kedua sisi sayap dan mengubah formasi menjadi 4-3-3.
Namun, Persebaya tetap berusaha mendominasi permainan. Sebuah peluang emas didapatkan oleh David da Silva pada menit ke-15. Namun, tembakan kerasnya dari dalam kotak penalti masih bisa dimentahkan oleh Shahar Ginanjar.
Persija mencoba untuk keluar menekan pertahanan Persebaya. Namun, upaya yang dilakukan Marko Simic dkk. masih tidak bisa memberi ancaman serius ke gawang Persebaya yang dikawal Rivky Mokodompit.
Dalam kondisi tertekan, Persija harus bermain dengan 10 pemain setelah Ryuji Utomo mendapatkan kartu merah dari wasit. Bek tengah Persija itu dianggap melakukan pelanggaran yang tidak layak saat menjadi pemain terakhir di pertahanan Persija dan menjatuhkan David da Silva.
Kondisi bermain dengan 10 pemain memaksa Farias kembali melakukan pergantian pemain di babak pertama. Alfath Faathier dimasukkan oleh pelatih Persija itu dengan menarik Evan Dimas pada menit ke-34.
Persebaya hampir saja menggandakan keunggulan pada menit ke-41 lewat tendangan jarak jauh David da Silva. Namun, bola membentur pojok atas antara mistar dan tiang gawang Persija.
Namun, justru Persija yang akhirnya bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-42 melalui tandukan keras Marko Simic. Mendapatkan umpan sepak pojok Riko Simanjuntak yang tepat jatuh di kepalanya, Simic menanduk bola yang tidak mampu dihentikan oleh Rivky Mokodompit yang sudah berusaha menghalau datangnya bola yang begitu kencang ke arah gawang Persebaya Surabaya. Babak pertama pun berakhir dengan kedudukan imbang 1-1. 
Persebaya langsung kembali bermain menekan di awal babak kedua. Sejumlah situasi set-piece pun diberikan oleh wasit kepada Persebaya setelah pemain Persija melakukan pelanggaran saat berusaha bertahan.
Akhirnya upaya Persebaya berbuah pada menit ke-52 setelah Makan Konate menjebol gawang Persija dan mengubah kedudukan menjadi 2-1. Memanfaatkan umpan pendek dari Hambali Tholib, Makan Konate langsung merangsek masuk kotak penalti Persija dan dengan tembakan mendatar menaklukkan Shahar Ginanjar.
Hanya berselang tiga menit, Persebaya menambah keunggulan menjadi 3-1. Ricky Kambuaya membawa Persebaya memperbesar jarak lewat golnya setelah menerima umpan dari Irfan Jaya yang baru saja masuk di babak kedua.
Persebaya menambah keunggulan menjadi 4-1 pada menit ke-80 melalui gol Mahmoud Eid. Pemain asal Palestina berdarah Swedia itu mendapatkan umpan dari Irfan Jaya dan menembak bola ke tiang dekat yang tidak mampu dihentikan oleh Shahar Ginanjar.
Hingga pertandingan berakhir, kedudukan tidak berubah. Persebaya Surabaya pun keluar sebagai juara Piala Gubernur Jatim 2020.
Pelatih Persija Jakarta Sergio Farias mengaku heran mengapa pertandingan final digelar di kandang Persebaya.  "Saya tidak mengerti dan heran mengapa partai final justru dimainkan di sini yang notabene kandang Persebaya," ujar Farias seusai pertandingan,
Hal serupa dikeluhkan pemain tengah Persija Jakarta, Mark Anthony, di mana laga seharusnya di laksanakan di luar Surabaya dan Sidoarjo, yang menjadi basis pendukung Persebaya Surabaya. 
"Saya tidak mengerti kenapa final justru bermain di kandang Persebaya. Okelah kalau pertandingan ini memang liga dan Persebaya menjadi tuan rumahnya. Ini bukan pertandingan Persebaya, tapi final yang seharusnya dimainkan di tempat netral," tambah Mark Anthony. (bln/oke/jon)

Editor : suparijono
Penulis : oke

  Berita Lainnya





Loading...